12 Mei 2009

MEMBUAT SENDIRI PEMBERI MAKAN IKAN OTOMATIS






1 Unit Centrifugal Fish Autofeeder


Pendahuluan

Menyusuli postingan sebelumnya, kami telah mengembangkan sebuah DIY Centrifugal Fish Autofeeder dengan regulator yang diharapkan dapat dioperasikan dengan mudah. Kemasan dibuat lebih ringkas dan nyaman dibanding versi sebelumnya. Proyek ini hanya diperuntukkan bagi Anda yang menyukai produk DIY (Do It Yourself). Harga terbilang murah dibanding alat auto feeder pabrikan selevel (untuk pelet 5 mm) buatan pabrik. Toh tujuannya sama-sama 'ngasih' makan ikan otomatis, kan? 

Fitur Alat
1.  Lampu LED

Lampu ini mengindikasikan progres waktu digital yang terdiri dari 3 kelompok, yaitu depan, tengah, dan belakang. Lampu depan menyala bergantian dan setelah 1 periode kemudian disusul tengah dan belakang. Jangan khawatir konsumsi daya LED sangat kecil dan kelap-kelip LED cukup menarik juga he he…
a) Detakan LED depan merupakan waktu timer sebenarnya (konstan) dan dapat divariasikan lamanya dengan memutar knob.
b)   Bekerjanya mesin feeder mengeluarkan pelet ditandai dengan menyalanya semua LED paling atas paling atas.
2.  Knob Timer
Berfungsi untuk mengatur lama interval feeder bekerja mengeluarkan pelet. Desain elektronik yang ada memungkinkan pelet keluar selang sekitar 1 jam sampai 12 jam sekali. Sekedar saran bahwa beberapa penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan sedikit dengan interval yang pendek terbukti mempercepat pertumbuhan, karena ikan koi tidak memiliki lambung.
3.  Saklar Manual Feeding (selalu diposisikan atas saat operasi otomatis)
Untuk memberi makan secara manual, yaitu dengan cara menggeser saklar manual feeding ke posisi bawah (Off)
4.  Saklar Test Feeding (selalu diposisikan atas, 110V, saat operasi otomatis)

Untuk menguji jumlah pelet yang keluar, yaitu dengan cara menggeser ke posisi bawah (220V) (tunggulah sampai motor berhenti sendiri) lalu kembalikan ke posisi semula (110V)
Catatan: Untuk dapat melakukan test feeding dengan benar, seyogyanya Anda melakukan reset, yaitu dengan melakukan manual feeding sebentar saja (geser saklar manual feeding ke bawah dan keataskan lagi);
5.  Mesin/Wadah Pelet
Posisi wadah ini tentu saja di atas kolam ikan dan bisa sangat berjauhan dengan alat timer autofeeder itu sendiri, yaitu dengan cara menyambung tambahan kabel. Sebisa mungkin wadah ini diakali agar terhindar dari air dengan memberi selungkupan di sekitar bagian bawah botol. Salah satu contoh wadah pelet 'anti hujan' sebagai berikut:

Cara Pengoperasian Autofeeder
1.   Isilah wadah dengan pelet sampai penuh;
2.  Colokkan steker ke jala-jala PLN 220V, semua kelompok LED (terutama puluhan dan ratusan) kami setting agar mereset ke urutan paling bawah (Timer mulai awal);
3.  Posisikan kedua saklar berada pada posisi atas (Test Feeding '110V' dan Manual Feeding 'On');
4.  Autofeeder sudah siap beroperasi.
Cara Mengatur Lama Timer
Adapun cara sebenarnya untuk menentukan lama interval feeder sebagai berikut:
    Interval Feeder = Detakan LED depan x 1000 (dalam detik)
    Misalkan detakan LED depan selama 4 detik, maka:
    Interval Feeder = 4 x 1000 = 4000 detik
    Nah, karena 1 jam = 3600 detik,  maka:
    Interval Feeder = 4000/3600 jam = 1,1 jam
Jadi sebenarnya, jika kita mau mengatur interval feeder, kita harus mengatur lama detakan LED dengan jalan mengkalibrasikan/memutar knob timer.
Berikut (kalau malas menghitung) akan disertakan interval feeder berhubungan dengan detakan LED. Anda tinggal atur detakan nyala LED depan sesuai tabel ini.




   Pembuatan Mekanik
Modifikasi mekanik barangkali Anda ingin coba sendiri di masa yang akan datang, dalam hal ini kami akan memaparkan langkah-langkah pembuatan mekanik Autofeeder menggunakan botol air mineral, bisa Anda coba sendiri (untuk pelet besar)


1.  Siapkan piringan sebesar mata uang Rp. 100,00 (bukan 100 ribu loh) dan motor kecil



2. Lengketkan piringan tadi dengan ring motor sedapat mungkin persis di tengah dan lepaskan bagian elektronik motor agar motor bekerja lebih kuat.




3. Jangan lupa tutup bagian berlobang motor (jika ada) agar nantinya tidak kemasukan remah-remah pelet.




4.  Setelah selesai, lubangilah botol air mineral bekas seperti berikut (semakin besar, semakin banyak pelet yang muntah tentunya) dan paskan piringan motor ke dalam mulut botol tanpa menyentuh botol saat berputar.




5.   Dengan hati-hati, lengketkan keduanya dengan lem bakar sampai fixed.




6. Buatlah lubang yang pantas sesuai selera, semakin besar-semakin banyak pelet keluar, Kalau koinya guede-guede, botol segitu pasti cepat habis. Cobalah modifikasi sendiri agar lebih cocok dengan selera kita.



7.   Berikut Videonya:




8.   Autofeeder in Action:


Modifikasi Wadah
   Jika Anda kurang puas dengan botol air mineral, terdapat alternatif yang salah satunya menggunakan galon air mineral dengan cara sebagai berikut: 
 A)Bagian bawah botol kita potong dan ditempelkan pada mulut galon secara terbalik, namun perlu diperhatikan akan kekuatan motor menahan beban. Sebuah alternatif yang barangkali bisa diterima adalah adanya upaya pengurangan/pembagian beban ke arah piringan motor, yang salah satu caranya dengan menempatkan besi melintang memebus galon sekitar 10-15cm di atas piringan.




 B)  Jika motor masih dirasa kurang kuat, seyogyanya motor diganti dengan motor yang lebih besar torsinya misalnya motor mesin jahit atau motor lain (gunakan relay hanya sebagai saklar).

Penawaraan Pembuatan 
Bagaimanapun, jika Anda tertarik memiliki produk DIY ini tanpa membuat sendiri, kami berikan versi terakhir yang lebih baik dengan cukup mengganti ongkos pembuatan sebesar Rp. 160.000,00. (tidak termasuk ongkos kirim)  ke:

   Nama: Lukman Arif Wijaya
   Rek. BRI: No. 0021-01-005801-53-8

Setelah uang diterima alat akan dikirim melalui Tiki. Nomor resi pengiriman akan diberikan untuk kenyamanan Anda. Untuk konfirmasi, silakan hubungi HP: 087757899640 atau e-mail: lukmannet@yahoo.com

Beberapa Pertimbangan
Sebelum Anda memutuskan untuk membeli produk ini, ada baiknya anda melakukan survey terlebih dahulu di google tentang harga auto feeder kolam buatan pabrik serta beberapa produk DIY di belantara internet. Sebuah url yang saya kira cukup mewakili (untuk DIY) bisa dilihat di http://soapweek.co.uk/video/youtube/search/homemade%20fish%20feeder

Demikian semoga bermanfaat.

24 komentar:

Agung Risqi PAnji Ananda mengatakan...

om... mantap alatnya, bagi2 ilmunya nanti. tar lagi mo ke jember. minta pengajarannya ya..
he...3x

Agung Risqi PAnji Ananda mengatakan...

om.. mantap idenya. kapan2 ajari dunk caraa buatnya.
he....3x tar lagi q ke jember

Cak Gople mengatakan...

Maksud juragan 150 ribu sudah jadi alat, kita tinggal pake atau cuman rangkaian elktronikanya...? Kalau memang tinggal pakai Ane pesen 1 biji gan. hubungi ane lewat email :
gopleeh@yahoo.co.id

The Tukang mengatakan...

Om,Lubang Output pelet terbuka terus ya? Apa Pelet tidak keluar terus meski motor tidak berputar? Gimana kerjanya si motor mendorong pelet keluar?

Makasih.

Lukman Arif Wijaya mengatakan...

Lubang pelet terbuka terus, namun dengan lubang yang pas/tidak terlalu besar, permukaan pelet yang kasar mencegah keluarnya pelet tanpa kerja motor.
Pelet terlempar secara sentrifugal (melenting).

SMART TO ELECTRON mengatakan...

mas minta rangkaiaannya dong ..
say udh buat tp ko ga bekerja mas? rangkaian mirip kaya yg udah mas posting d blognya. kirim k (badai_lalu88@yahoo.com)
makash mas

Lukman Arif Wijaya mengatakan...

Rangkaiannya kan udah di blog. Ngecek radio, tape, VCD, ato autofeeder seyogyanya mulai dari outputnya. Coba satu persatu per blog rangkaian, ntar keliatan yang error.

SMART TO ELECTRON mengatakan...

ia saya udah ngikutin seperti rangkaian yang da d blog punya mas,trimpotnya sya pke 2M,,trus lw C-VAR 3300 nya tu yg keramik tah mas?
amma relaynya+trimpotnya saya kurang mengerti mas pemasangannya...
mohon bantuaannya mas

Lukman Arif Wijaya mengatakan...

- 2m cukup bagus
- 3300 uF elco, bukan keramik
- relay dan trimpot bisa dibolak-balik
Optimis pasti berhasil.

Anonim mengatakan...

Kok lebih mudah buat mekanisnya timbang elektronik bikin pusing. He he..

Lukman Arif Wijaya mengatakan...

Kl kesulitan buat timernya, saat ini ada timer pasaran merk Heles seharga sekitar 110 ribuan untuk diterapkan ke mekanik autofeeder, sayang ‘On’ nya motor yg jadi kelamaan sampai 1 menit, padahal dibutuhkan waktu cm beberapa detik, sehingga resiko over feeding untuk kolam kecil. Namun tidak ada salahnya diakali :}

akharisyuli mengatakan...

Hebat juga rangkaiannya mas...
Nanti aku tawarkan buat adik saya yang penggemar berat Koi.
Kalau saya penggemar Ikan Koki

Anonim mengatakan...

mas Lukman, saya mau nanya nih, spesifikasi motor mesin jahit dan harga motor mesin jahitnya untuk membuat alat ini ?

Lukman Arif Wijaya mengatakan...

Itu karena ada perubahan resistansi potensiometer 1 mohm. Ganti aja, paling cm 1500 perak.
Barangkali ini disebabkan kelembaban, mknya sebaiknya jgn taruh di luar.

Lukman Arif Wijaya mengatakan...

Setahuku cm motor merk singer, harga 70 rb-an. Cm kelemahannya, ia punya kelembaman yg besar, tdk cpt berhenti berputar saat relay off, tp barangkali jg berguna bagi pemilik kolam besar, tinggal nyesuaikan bolongan peletnya.
Banyak tipe motor di pasaran, tinggal pilih yg sesuai selera.

Anonim mengatakan...

Bisa diganti model digital mas? Jadi setiap jam berapa bisa feeding gt. Tahnks.

Lukman Arif Wijaya mengatakan...

Mungkin analog terlihat agak kuno ya gan? He he… Untuk timer digital mungkin harus dengan microprocessor yang agak rumit dan mahal. Saya tidak eksperimen sampai kesitu, toh output yang dihasilkan tetap berupa pellet dengan rasa sama dengan yang dikeluarkan produk mahal. He he, gitu ya gan.

surya nur erlangga mengatakan...

boleh saya tahu alamat rumahnya bapak? atau nomer hpnya?

Lukman Arif Wijaya mengatakan...

Lihat di propil gan...

iwan wirawan mengatakan...

muantab tenan rekkk

Anonim mengatakan...

alat knob timer autofeedernya itu beli atau buat sendiri? kalo buat sendiri ada schematic rangkaiannya t? dan kalo beli itu di toko elektro ada gak namanya apa? belum pernah liat soalnya

Lukman Arif Wijaya mengatakan...

Lho, alat auto feeder yang dijual udah termasuk knob-nya, tinggal isi pelet langsung bisa dipakai. Masalah agan sendiri mau modif komponennya silakan, namanya aja DIY.

arif mengatakan...

alatnya apa masih dijual?

Lukman Arif Wijaya mengatakan...

Sepanjang blognya aktif, ane masih jual bro.

Poskan Komentar