Membuat Sendiri Regulator Arus Searah (DC)

PENDAHULUAN
Pada postingan kali ini saya hanya akan sharing dikit tentang cara membuat sebuah regulator seri arus searah (DC) sekalian dokumentasinya karena kebetulan kemarin saya lagi butuh banget untuk keperluan catu daya di rumah. Selain itu sekaligus menjawab pertanyaan rekan-rekan tentang cara membuat regulator baik untuk keperluan baik untuk charger laptop maupun supplai umum sehari-hari.
Mohon dapatnya komentar/pertanyaan tentang masalah kelistrikan dinamis (bukan statis) dialamatkan ke  halaman ini mengingat komentar di halaman charger portabel kelihatannya udah terlalu penuh sehingga kelamaan loading.

TEORI REGULATOR (DC)
Sebelum pada praktek, ada baiknya Anda ketahui sedikit beberapa istilah khusus bagi yang belum mengetahui apa itu regulator langsung dari apa yang saya ketahui pada teori tahun 2000-an. Karena itu mohon saran dan kritik kalau ada kesalahan dari para pakar akademisi yang kompeten.

Regulator DC pada prinsipnya merupakan sebuah rangkaian elektronik yang berfungsi untuk mengendalikan tegangan keluaran dari sebuah catu daya pada suatu nilai yang konstan. Regulator menempati posisi yang strategis dari suatu beban listrik karena ia harus mampu menghasilkan dan mempertahankan tegangan output yang relative konstan walaupun terjadi banyak fluktuasi tegangan pada saluran inputnya.


REGULATOR LINEAR DAN SWITCHING
Terdapat 2 kelompok besar tipe supply tegangan regulator, yaitu linear dan swiching (saklar). Namun saat ini kita focus membuat tipe linear karena walaupun mengingat tipe switching jarang bisa dibuat sendiri relative lebih rumit, membutuhkan komponen khusus, serta regulasi tegangannya yang sampai saat ini belum bisa dibuat sangat presisi. (Benarkah?) Namun juga harus diakui bahwa terdapat beberapa kelebihan regulator switching antara lain kemasannya yang ringkas dan disipasi daya (panas) yang tidak terlalu besar, misalnya power supply computer, charger bawaan laptop/HP, dan lain-lain yang biasanya kemasannya enteng dan ringkas)


JENIS REGULATOR LINEAR
Terdapat banyak ragam cara mudah membuat regulator linear mulai dari berupa rangkaian diskrit (menggunakan transistor) sampai rangkaian integrasi (lenggunakan IC regulator 78XX, op amp, dll). Contoh penggunaan model regulator ini bisa dilihat pada postingan charger portabel. Masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan disesuaikan dengan tingkat kebutuhan kita.

KONSEP UMPAN BALIK NEGATIF
Setelah ditemukannya penguat operasi (op amp) berpenguatan ratusan ribu, sistem kerja sebuah regulator mengalami langkah penyempurnaan terutama dengan diter`pkannya umpan balik negative. Pada system ini tegangan keluaran regulator dikontrol dengan mengumpankan setiap perubahan tegangan yang terjadi, baik penambahan maupun penurunan, diperkuat dan kemudian dibandingkan dengan tegangan acuan (zener) yang ada sehingga nyaris tidak ada perubahan yang berarti saat system ini diterapkan. Gambaran umpan balik negative yang mudah dimengerti sebagai berikut, jika terjadi kecenderungan penurunan tegangan sebesar 1ɥV, misalnya karena arus beban yang besar, maka akan timbul tegangan error yang akan meminta op amp agar kembali menyesuaikan/menaikkan tegangan outputnya sehingga penurunan urung terjadi. Berdasarkan teori ini saya beranggapan bahwa regulator menggunakan op amp-lah menurut saya paling stabil di antara banyak model.


KARAKTERISTIK REGULATOR OP AMP YANG BERKUALITAS
Jika kita merunut regulator berdasarkan teori akademik pada tahun 2000-an pada saat kuliah dulu, dipaparkan sebuah grafik regulasi beban yang menggambarkan bahwa terjadi karakteristik penurunan tegangan (V) regulator antara kondisi beban nol (I = 0) dan beban penuh. Hal ini sedikit bertolak belakang dengan teori yang disampaikan sebelumnya bahwa setiap terdapat kecenderungan perubahan tegangan output (dalam hal ini penurunan), system umpan balik negative akan mengirim pesan kepada Op Amp agar kembali menaikkan (menstabilkan) tegangan pada kondisi awal sehingga dengan demikian seharusnya regulasi beban berupa garis lurus tanpa penurunan.

SEBUAH PENDAPAT
Berdasarkan percobaan yang saya lakukan saya menyimpulkan bahwa resistansi kawat penghantar merupakan penyumbang terbesar akan buruknya kualitas regulasi beban pada sebuah catu daya. Hal tersebut tidak dapat dihindari (inevitable) mengingat semua penghantar pasti mempunyai hambatan jenis (ρ), sehingga sestabil apapun sebuah regulator, ia pasti akan mengalami kecenderungan penurunan tegangan pada saat berbeban.


SOLUSI PERBAIKAN KARAKTERISTIK REGULASI BEBAN
Terdapat minimal 3 (tiga) solusi yang dapat dipakai untuk meminimalisir karakteristik penurunan tegangan di atas:
  1. menggunakan kawat penghantar transmisi yang berluas penampang relative besar terutama sekali jika kebutuhan arus beban juga besar dengan harapan jatuh tegangan dapat ditekan seminimal mungkin,
  2. menggunakan pengaman hubung singkat berupa sekering yang nota bene mempunyai resistansi yang relative kecil daripada resistor perasa, dan
  3. menggunakan rangkaian khusus sehingga secara otomatis terdapat penambahan tegangan secara linier guna mengkompensasi jatuh tegangan pada kawat penghantar transmisi dan resistor perasa.
Dari ketiga opsi di atas, saya memilih opsi ketiga yang mana masih dalam tahap pengembangan pada praktek regulator yang dibuat saat ini.

SKEMA DAN PRINSIP KERJA
Begitu saklar dinyalakan, semua komponen terutama zener dan op amp akan bekerja sehingga terbentuk tegangan stabil pada terminal beban. Dengan memanfaatkan aksi umpan balik negative, setiap perubahan tegangan sekecil apapun pada output akan juga mengubah tegangan kesalahan yang pada gilirannya akan kembali diperkuat dan dibandingkan dengan tegangan acuan (zener) sehingga outputnya terkendali stabil. Pada saat regulator dibebani, pasangan darlington akan menyuplai kebutuhan arusnya sesuai umpan tegangan yang dikeluarkan op amp. Pada saat arus yang dikeluarkan melebihi batas yang diijinkan, transistor pengaman menjadi aktif sehingga akan menahan pasangan darlington agar tidak lagi menyuplai kebutuhan arus lebih banyak. Terdapat suplai tegangan lebih pada op amp bertujuan agar ia mampu memenuhi kebutuhan tegangan pasangan darlington secara maksimal.

CUPLIKAN YOUTUBE


Beberapa saat yang lalu saya upload video ke youtube yang keterangannya kurang lebih sebagai berikut:
  1. Saya menunjukkan sebuah regulator DC trafo 5A yang sudah jadi dan menggunakan kabel listrik relative kecil  sepanjang 4 meteran.
  2. Regulator tersebut diberi beban 3 buah resistor berturut-turut senilai 5,6 ohm, 8,2 ohm, dan 18 ohm serta sebuah lampu depan sepeda motor tertulis sebesar 35W.
  3. Saat dicoba menggunakan beban-beban tersebut, terlihat pada voltmeter yang terpasang, tegangan relative berubah hanya pada kisaran 0,01-0,02V yang mana menandakan stabilisasi telah bekerja sesuai rencana.
  4. Kemudian saya bertanya tentang hasil pengujian (dengan cara yang sama) pada regulator Anda.

 POTO-POTO










145 comments:

Anonim mengatakan...

Mas Lukman, sy mau tanya ttg charger portable, sy pernah bc di salah satu forum klo charger portable hrs punya output (voltase) & arus yg sama dgn charger original hp. Apa itu bener? Sy awam thd elektronika jd perlu tanya detil sblm ngrakit.
Charger orgnl hp sy outputnya 5V/0,7A, apa.bs kalau sy pake rangkaian emiter follower punya mas Lukman? Apa perlu ditambah current limiter spt mas Lukman sebut di artikel ttg charger portable?

Paul

Lukman Arif Wijaya mengatakan...

Ok Mas Paul, yang benar adalah charger portable harus mempunyai tegangan (V) yang sama dengan originalnya, sedangkan besarnya arus akan mengikuti dengan sendirinya. Teraan 0,7A berarti itu arus MAKSIMUM yang mampu dikeluarkan charger tersebut pada tegangan 5V. Bisa pakai emiter follower dan tidak perlu ditambah pembatas arus.

Anonim mengatakan...

Makasih, mas Lukman, sy jd tambah pinter dikit, he3x...

Paul

Anonim mengatakan...

Pak Lukman, punya rangkaian charger utk aki motor jenis MF? (Antok)

Lukman Arif Wijaya mengatakan...

Pake adaptor aja mas' aki gak rewel kok.

Anonim mengatakan...

mas, mau tanya nih..
misalkan saya mau buat keluaran arus listrik portabel 5v dan 1A(minimal)..lebih baik menggunakan accu kering atau dengan battery charge?dan kira" bagaimana rangakaiannya, kalo bisa minta sama tutor nya y mas, saya masih awam di bidang kelistrikan..hehehe..
tq

xx_v1n_xx@yahoo.co.id

Lukman Arif Wijaya mengatakan...

Paling mudah batere kering aja. Pake rangkaian no. 1 udah lengkap sm tutorialnya.

Anonim mengatakan...

mas lukman saya mau tanya. rangkaian regulator dan penguat menggunakan transistor itu seperti yang diatas bukan? kalo bukan seperti apa? terimakasih sebelumnya

Lukman Arif Wijaya mengatakan...

Secara umum seperti di atas prinsip penggunaan transistornya.

BlogS of Hariyanto mengatakan...

alhamdulillah, dapat nambah ilmu elektronika di sini :)

Lukman Arif Wijaya mengatakan...

Ok, selamat belajar Mas Har.

yari boy mengatakan...

Mas sy mau tanya nh, bagaimana cara menurunkan Arus dari 7Ampere menjadi 200mA tampa menurunkan tegangannya, misal dari 15VDC 7A menjadi 15VDC 200mA. tolong ya mas.. thanks. yari_boy@ymail.com

yari boy mengatakan...

mas saya mau tanya nih, bagaimana cara menurunkan arus dari7A ke 200mA tanpa menurunkan terangannya. misalnya 15VDC 7A menjadi 15VDC 200mA. terimakasih

Lukman Arif Wijaya mengatakan...

Berdasarkan Hukum Ohm
V (teg) = I (arus) x R (beban atau resistansi)
Dari rumus di atas dapat dilihat jika V tetap dan I mengecil, maka R yang harus membesar. Untuk lebih jelasnya dalam hal apa dibutuhkan arus yang kecil itu?

Sani Samudra mengatakan...

Mas lukman.. itu rangkaian emitor followernya nilai Resistornya brp ?

TRus gimana cara mengenali kaki2 transistor D313 antara basis , emitor dan colectornya

tolong kalau bikin skema jangan setengah2 mas keterangannya thanks

Lukman Arif Wijaya mengatakan...

Resistor yang mana Mas? Perasaan udah ada nilainya semua, gak setengah-setengah kok, he he...
Untuk transistor Jepang type D313 atau secara umum D### biasanya urut dari kiri: E-C-B

Sani Samudra mengatakan...

Gambar ini lho mas.......
http://1.bp.blogspot.com/_FoQ92d1mM1c/TT0XjK0KIQI/AAAAAAAAFck/cCCcmqzdAQY/s1600/1.jpg

udah tak scroll sampe postingan komen paling bawah ga nemu data dari nilai resistor itu

dan itu resistor satu2nya

Lukman Arif Wijaya mengatakan...

Ooo charger toh, pake 56-100 ohm aja gan, udah tak jawab pada komentar tanggal 8 Desember 2011 12:04, pasti kelewatan lihatnya yah?
Ok, tak kasih 'bocoran' cara nentuin resistornya yah:
- Zener kecil pasaran biasanya punya daya 0,25W, sehingga berdasarkan rumus daya Pz=Vz*Iz, maka I maks zener yang diijinkan lewat = 0,25/5,6 = 0,0446A
- Batere 6V tidak mesti punya tegangan pas 6V, pasti lebih pada kondisi full, asumsikan V maks 8V, maka berdasarkan Hukum Ohm, nilai R min = (selisih teg - 6V) / 0,0446 = 2/0,0446= 44,8 ohm. Jadi nilai resistor tidak boleh kurang dari 44,8 ohm agar zener tidak kobong.
- Sehingga nilai resitor pasaran yang aman digunakan dapat 56, 68, 82, ato 100 ohm. Nilai melebihi ini tidak direkomendasikan karena akan berdampak pada kinerja zener saat catu mendekati nilai 6,00V (arus zener menjadi sangat kecil).
Gitu ya gan...

Sani Samudra mengatakan...

Wuiiih lengkap & detail sekali jawabannya kang... makasiih makasiih....

Tanya lagi kang..,

skarang kan lagi rame tuh di pasaran produk power bank , yang paling laris itu yg kapasitasnya 5600mAh tapi Bentuk (dimensi)nya itu mungil sekali kang , jauh dibandingkan baterai Panas*nic yang 4,5 Ah

itu gimana kok bs begitu ya ? kira2 kalo buat ngecas kuatan mana antara bikinan sndiri sama beli yg mungil ada di pasaran

Lukman Arif Wijaya mengatakan...

Betul, biasanya charger itu pake batere li-ion yang lagi ngetren. Saya kok lebih percaya panasonic/sanyo yang asli kapasitasnya sebagai referensi. Kalo emang mau beli/buat ya harus dengan batere ASLI merk itu. Bisa pake NI-MH ato Li-Ion 18650 ato 14500. Jgn lupa, 1 batere li-ion tegangannya 3,7V.

goldwings mengatakan...

Mas sy mau tanya nh, msih pemula soalnya

cara nentuin nilai kapasitor rangkaian di atas gmna mas??
makasih...

Lukman Arif Wijaya mengatakan...

Wah, ini lagi. Kapasitor yang mana ya? perasaan tidak pake kapasitor tuh. Kalaupun ada fungsinya hanya sebagai penapis. Jika ane analogikan aliran listrik sebagai aliran air sungai deras, maka agar riak air lebih stabil/tenang, perlu ditambahkan bendungan. Semakin besar bendungan, semakin tenang aliran airnya. Demikian juga dengan penapis, semakin besar kapasitor, semakin stabil baik. Namun kapasitor besar agak bunyi juga harganya, he he...

Arry Agung Pribadi mengatakan...

Mas, IC Regulator Laptop saya bocor, jadi output tegangan yg keluar di regulator naik turun drastis sekali.
IC regulator yg bocor adalah JP1086, menerima masukan Input 2.1A 19V DC dari Charger.
apa bisa sy bikin rangkaian subtitusinya mengingat IC yg sy cari tidak bs saya temukan dipasaran.
tq

Lukman Arif Wijaya mengatakan...

Bisa aja. Tegangan input yang diminta berapa trus kasih aja IC regulator seri 78XX (1A), kalo mau output 2A tinggal paralel tuh IC.

Sani Samudra mengatakan...

Barusan googling2 ttg baterai double power nemu penjual yang termurah....
diantara produk dengan amphere yg sama yg paling murah adalah yg untuk hp nokia
( yg Li-po 2350mAh / Li-ion 2100mAh hrgnya 37rb )

rencananya mau beli 4pcs atau 5pcs trus di paralel buat power bank , maksudnya agar dengan biaya yg kecil tetapi menghasilkan amphere yg besar

sehingga lebih ekonomis drpd beli power bank yg 1000mAh yang sudah jadi di pasaran

Permasalahannya saya ga ngerti cara menaikkan 3,7 volt menjadi 5 volt..

ada solusi mas..?

Lukman Arif Wijaya mengatakan...

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
1. "Li-po 2350mAh / Li-ion 2100mAh hrgnya 37rb" sy pikir palsu kapasitasnya, kemurahan;
2. Batere sebaiknya tidak diparalel, beresiko kalau salah satu rusak;
3. Kalau mau menggunakan Li-Po atau Li-Ion sederhananya diseri untuk menambah tegangan menjadi 7,4V, sehingga ada kerugian daya yang cukup besar.

nur wulan mengatakan...

saia ga ngerti masalah listrik ms, mohon bantuannya, semoga dapat dijawab.
saia kan beli charger universal dengan spesifikasi :
- input 100-240 v - 1,5A (50-60Hz) -> yang ini sesuai dengan charger laptop asli
- output 19 v ---- 4.74 A -> nah kalo yang d charger asli output= 19 v 3.42 A
gimana menurut agan?mohon bantuannya apakah ini berbahaya ?terimakasih

Lukman Arif Wijaya mengatakan...

Insya Allah aman dipakai, tidak bahaya.
Dalam suatu catu daya (charger), yang paling penting adalah tegangannya yang sesuai. Teraan 4,74A hanya bermaksud menyampaikan bahwa charger ybs mampu untuk menyuplai arus MAKSIMAL segitu (kurang tidak masalah).

Rony mengatakan...

mas tlng dong kasih gambar rangkaian power bank input dan out put ke gadget.
Trimakasih

Rony mengatakan...

mas tlng kasih gambar rangkaiaan power bank buatan sendiri (untuk Hp).
Trimakasih

Lukman Arif Wijaya mengatakan...

Rangkaian yang sy papàrkan di atas kan sebenarnya prinsip power bank tp khusus port output USB (5V). Mslah input kan tergantung jenis baterai. Power bank pasaran biasanya menggunakan baterai li-ion, sehingga gunakanlah/buatlah charger utk li-ion. Semuanya kemudian dipack dalam 1 wadah, jadilàh DIY Power Bank.

Anonim mengatakan...

mau bikin powerbank dr batrai li-ion 4000mA 3.7 v
ada rangkaian / skema untuk indikator full charge nya g gan
trus out dari batrainya harus d ksh regulaator lg ga

Ad Nuca mengatakan...

Salam kenal mas, saya pengen buat powerbank dari dari beberapa baterai lithium 18650 yang dirangkai pararel (maksud saya biar ampere-nya lebih gede) tapi saya bingung buat naikin tegangan baterai yg 3,7v menjadi 5v. Mas Lukman punya ga rangkaiannya?

Lukman Arif Wijaya mengatakan...

Yah, biar tidak ribet diseri aja, gan. Kl pake voltage doubler bisa, tapi saya belum pernah buat. Biasanya VD memanfaatkan gelombang persegi yang dihasilkan IC555 yang telah diperkuat. Bisa dicari di google kok.

Ad Nuca mengatakan...

kiro2 neng toko apollo enek opo gak yo? :-D

Anonim mengatakan...

Mas sy kan punya vacuum cleaner mobil,dayanya 90 watt dan tegangannya 12v,,yang mau saya tanya kalau vacum cleanernya saya sambungkan ke listrik 12v 16 ampere apa tidak apa2?

Lukman Arif Wijaya mengatakan...

@Ad Nuca: Wah, jemberan aje ne. Apollo gak ono paling, cb ngarepe Gramedia.
@Agan: Secara teoritis agar power supply efektif terhadap beban, maka dayanya (P) harus lebih besar. JIka rumus daya = V x I, maka daya maksimal yang mampu disupply adalah 12x16=192W. Jadi kesimpulannya tidak apa2 dihubungkan ke VC, gan.

iwan mengatakan...

salam kenal mas lukman..

udah bbrp hari ini saya iseng2 bikin portable charger pake 4 buah batere AA. saya nyoba bikin yg plg simpel, yaitu pake IC 7805A (bikinan NEC) + 8 buah batere eneloop (spek tertulis : 1.2v, 2000mAh; kondisi batere freshly charged dan masing2 @1.42v pada saat no load) dan berhasil mendapatkan output tegangan yg diharapkan, yaitu 4.99v. namun yg jd permasalahan pada saat dikasih beban (charge hp) dan belum ada 1 menit tu IC panas bgt dan tegangan terus turun dari 4.99v hingga 4.60v (dan masih terus turun kl dilanjutkan). mohon bantuannya dmn kesalahan saya. apakah IC tsb tidak tepat atau ada komponen lainnya yg harus digunakan?

btw, saya jg iseng2 nyobain bikin charger portable lgsg pake 4 buah batere secara seri dan kayanya cukup "aman". kl mas lukman berkenan mgkn bs download data hasil testnya disini : http://www.4shared.com/office/LRD10HB3/test_result.html (jaminan bukan file aneh2 apalagi virus. note : saya ngukurnya real time dgn bbrp kombinasi merk batere). kesimpulan yg saya dptkan voltase batere saat tanpa beban dan dgn beban (charging) akan menurun. mgkn bs jd bahan diskusi jg seberapa penting zener di rangkaian pertama berdasarkan hasil test ini (saya lom nyoba pake zener soalnya.. hehehe)

atas perhatiannya makasih mas lukman.. dan semoga pertanyaan dan hasil test saya bisa ditanggapi.. hehehe..

Anonim mengatakan...

untuk baterai 2,4v itu output chargernya berapa volt ya????

Lukman Arif Wijaya mengatakan...

Salam kenal juga Mas Iwan yang sering iseng2. Jangan2 nulis komentar di sini juga iseng2 nih, he he...
Ada bbrp hal yang perlu saya sampaikan:
1. Kerja IC, jika sambungan udah benar, memang HARUS panas akibat pembuangan selisih daya, karena itu gunakanlah heat sink / peredam panas alumunium yang memadai agar tidak overheat dan rusak,
2. Menggunakan 8 batere terlalu boros, cukup 5 batere aja dengan rangkaian zener,
3. Kalau batere dibebani umumnya tegangan tambah turun seiring kapasitasnya yang juga berkurang,
4. Saya udah lihat hasil testnya, bagus, sebagai acuan penggunaan 4 batere seri untuk charging sebaiknya mengacu pada rentang tegangan USB, yaitu 4,75-5,25V agar bebannya aman dari kerusakan,
5. Kesimpulan percobaan Anda tetang penggunaan zener sudah tepat, lanjutkan penelitiannya.

Irwan Mahmudi mengatakan...

aslmkum.. salam kenal mas lukman,, saya irwan dari palu,, mas sya butuh bantuannya,, saya lgi kendala buat powersupply yg stabil untuk tegangan 5v, -12v, +12v ,, krna sya lgi buat tugas akhir tentang akuisi data,, namun sya kendala di catu daya,, yg uda sy buat2 smua tegangn ouputnya tidak stabil pd saat beban berubah2.. hingga ADC sya tidak akurat pembacaannya.. mohon bimbingannya mas..

Hari Prabowo mengatakan...

salam belajar mas, ada sedikit pertanyaan nih, bila saya punya adaptor maksimal 3A, terus kan supaya awet pengisian accu harus 1/10 dari total AH yg dimiliki, jadi bagaimana supaya dari adaptor 3A tadi keluarnya cuma 0,7A, apa bisa menggunakan resistor saja, kalau iya bagaimana perhitunganya?

Lukman Arif Wijaya mengatakan...

@Irwan: Waalaikum salam warahmah, salam kenal juga Mas.
Kalau pengin stabil ya harus pakai regulator balance di atas tanah (7805 dan 7812) dan di bawah tanah (7912). Nih salah satu contohnya http://www.next.gr/uploads/38-4c037a7ba2.gif
Jangan lupa masing-masing IC regulator diberi heat sink biar gak kepanasan.
@Hari Prabowo: Salam belajar juga. Kalau pingin tetap 0,7A harus pakai pembatas arus. Coba lihat komentar di link ini http://lukmannet.blogspot.com/2011/01/membuat-sendiri-charger-hp-usb-portabel.html?showComment=1319636980228#c8894891843473099816
yang mana mengacu pada http://www.physics.unlv.edu/~bill/PHYS483/current_lim.pdf
Trims semoga membantu

Robert Louis mengatakan...

Cak, charger iki yen ditambah otomatis (ngisi penuh stop ngisi) kanggo charger accu 12 v, 100ah. piye carane? matur nuwun

adly pratama mengatakan...

salam kenal mas lukman

perkenalkan saya adly dari bogor,
saya coba buat power bank dengan 4 buah batre ( pasang seri )masing2 batre mempunyai kpasitas 1.2V /4800 mAH.( seperti gambar 3 yang ada di link ini : http://lukmannet.blogspot.com/2011/01/membuat-sendiri-charger-hp-usb-portabel.html )

Pertanyaan saya :
1.Berapa jam, saya harus charging power bank tersebut jika saya pakai adaptor 5V/700 mAH ?
2.Dan apa indikasinya jika keempat batre tersebut sudah penuh ?
3.Dan minta penjelasannya fungsi dari saklar yang ada pada dioda tersebut pada saat On / Off .

Mohon pencerahan nya master . .

Terima kasih.

adly pratama mengatakan...

Salam kenal mas Lukman

Saya adly dari bogor,
Saya coba buat charger protable
dengan 4 buah battery ( dipasang seri )
dan masing-masing battery mempunyai
kapasitas 1.2V /4800 mAH,sama seperti
gambar 3 yang ada di postingan mas Lukman
berikut :http://lukmannet.blogspot.com/2011/01/
membuat-sendiri-charger-hp-usb-portabel.htmlhttp:
//lukmannet.blogspot.com/2011/01/membuat-sendiri-
charger-hp-usb-portabel.html.

Dan pertanyaan saya :

1.Berapa jam kah,waktu yang di perlukan
untuk charging charger portable tersebut
jika memakai adaptor 5V/700 mAH ?

2.Apa indikasinya jika keempat battery tersebut
sudah terisi penuh ?

3.Minta tolong dijelaskan kembali untuk fungsi
saklar yang ada di dioda tersebut,pada saat On
dan pada saat Off.

Minta pencerahannya master . . .


Terima kasih.

adly pratama mengatakan...

Salam kenal mas Lukman

Saya adly dari bogor,
Saya coba buat charger protable
dengan 4 buah battery ( dipasang seri )
dan masing-masing battery mempunyai
kapasitas 1.2V /4800 mAH,sama seperti
gambar 3 yang ada di postingan mas Lukman
berikut :http://lukmannet.blogspot.com/2011/01/
membuat-sendiri-charger-hp-usb-portabel.htmlhttp:
//lukmannet.blogspot.com/2011/01/membuat-sendiri-
charger-hp-usb-portabel.html.

Dan pertanyaan saya :

1.Berapa jam kah,waktu yang di perlukan
untuk charging charger portable tersebut
jika memakai adaptor 5V/700 mAH ?

2.Apa indikasinya jika keempat battery tersebut
sudah terisi penuh ?

3.Minta tolong dijelaskan kembali untuk fungsi
saklar yang ada di dioda tersebut,pada saat On
dan pada saat Off.

Minta pencerahannya master . . .


Terima kasih.

Anonim mengatakan...

mas kl pke 4x batre AA (supaya mudah ngecasnya pake USB jg) harus ditambah rangkaian apa biar output stabil 5V? matur suwun

Indrapura

Lukman Arif Wijaya mengatakan...

@Robert: Atur ae ke tegangan 13,80V tegangan maksimum aki), ntar klo tegangannya sama dengan itu, arus charging aki akan stop dengan sendirinya.
@Adly:
1. Gini aja, kl udah tidak ragu kapasitasnya 4800mAH, berarti teorinya: 4800mAH/700mAH = sekitar 7jam-an. Emang baterenya merk apa?
2. Tegangan masing-masing batere 1,42 V, namun sy khawatir ini tidak sama untuk tiap2 merk. Coba lihat komentar2 sebelumnya Mas, sptinya udah dibahas.
3. 'Off' pada saat batere penuh, 'On' pada saat tegangan batere mulai banyak berkurang. Bukankah kalo kapasitas tambah kurang, tegangan juga menurun Mas?
@Bro Anonim: pake rangkaian charger lain aja bro, klo pake langsung dr USB agak rumit. Komentar sebelumnya sprtinya udah dibahas.

indrapura mengatakan...

maaf mas, tanya lagi.
kl misalkan aq pake 6 batre AA @1,2V 2700mAh dengan mode charging USB sbb:
1. output(rangkaian seri+ 7805)
2. input(paralel antara A(3seri)dan B(3seri)
dengan adaptor bawaan HP output 5.1V 0.7A
bisa ga mas diterapkan? kl bisa apa saya harus pake switch mode charging?
matur suwun.

Lukman Arif Wijaya mengatakan...

Sip, idenya bagus. Pake paralel dgn 2 dan 3 batere seri juga bisa mas. Tapi harus atur kedua sisi menggunakan resistor seri yg sesuai agar keduanya dicharge dgn arus yg sama, shg pada waktu tertentu kedua sisi batere terisi muatan yg relatif sama. Jgn lupa perhitungkan besar arus pengisian terhadap kapasitas AH baterenya. Selamat mencoba.

mexx mengatakan...

mas lukman,mw tnya nich...
Charger senter saya mati,pas d buka,dr teg 220 Vac langsung ke dioda tunggal...trus trafo na d tengah rangkaian,bkn sprt step down biasa...trus ad opto coupler na...
Nah krj rangkaian na bagaimana yah..?
Mohon bantuan na...

M. R. DARMAGUNA HASAN BAGUS mengatakan...

Mas, untuk bb kok ga bisa yaa?, emang sudah diomongin sih..tp justru itu yang semakin buat saya penasaran kenapa bisa ga bekerja, hanya ada tanda kl bb itu sedang dicharge, tapi ga nambah bar batrenya, saya coba pake rangkaian 2 dengan 6 batre panasonic 1.2 volt 2700 mAh
Dan kl saya coba ke samsubg tab 8.9 dengan kapasitas 6000 mAh bisa ga yaa mas?sedangkan saya coba dengan rangkaian tersebut tetap dengan kasus yang sama, mohon bantuannya mas ;)

Lukman Arif Wijaya mengatakan...

@Mex: Biasanya model seperti itu penurun tegangan tipe switching frekuensi tinggi dengan trafo inti ferit. Jadi arus bolak-balik disearahkan dan ditampung oleh kapasitor agak besar, kemudian dengan fungsi optocoupler mentrigger rangkaian dengan lebar waktu tertentu dalam frekuensi tinggi. Karena itu trafo yang digunakan harus dengan inti ferit untuk mengurangi kerugian akibat panas eddy.
@Bagus: Apanya yang diomongin bro? Kl gak bekerja, ceklah tegangan saat kondisi ngecharge, apakah masih tetap 5V? Kl terjadi penurunan lihat penyebabnya, apakah hambatan kabel terlalu besar atau kapasitas batere yang terlalu kecil. Berapa pun AH batere tidak akan merusak HP asalkan tengangan yang disuplai tetap 5V.

Anonim mengatakan...

salam kenal,aku dah bikin charger usb yg pake batt 6v 4,5Ah berikut rangk emiter followernya,aku ukur tegangan belum ada beban 5,2v pas aku pake buat samsung galaxy y bisa ngecharge tpi tegangan kok turun tpi stabil di 4,8v bukan di 5v kenapa ya??
@rizals

Lukman Arif Wijaya mengatakan...

@rizals: Tidak apa2, normal. Itu terjadi pada semua regulator konvensional, karena besar tegangan output tidak difeedback.
@Indrapura: Kemungkinan tegangan input dari batere tidak cukup menyuplai 7805 (Min. 7V) sehingga ia tidak fungsi optimal. Setahuku untuk HP-HP sekarangan tidak ngerusak kok, cm ngisinya yang kesuwen. Mestinya bisa kok untuk BB, kalau dia USB support.

putra cemot mengatakan...

mas mau tanyak..
cara naikin arus gi mana ya??

Lukman Arif Wijaya mengatakan...

Pertanyaannya agak rancu. Sesuai Hukum Ohm, km harus menaikkan tegañgan terminalnya. Semakin tinggi tegangannya semakin besar arus mengalir. Tp ingat, jika ini diterapkan pada suatu alat listrik, harus tetàp berada pada batas yg diijinkan karena bisa berakibat alat menjadi rusak.

Anonim mengatakan...

untuk skema di atas ic UA 741 jalurnya masuk ke kaki nomer berapa aja tuh ? sama R yg 0.33ohm pake yg berapa watt?trims @rizals

ilmu mengubah kehidupan mengatakan...

bang, saya tertarik dengan postingan anda terkait http://lukmannet.blogspot.com/2011/01/membuat-sendiri-charger-hp-usb-portabel.html

saya punya bb, dgn keterangan di charger sbb:
input: (100-240Vc.a50-60Hz 0,5A) 10-20VA
output: (5Vc.c. 0,5A)

itu kalau dibuatkan charger portabel (sebut saja power bank)seperti rangkaian yang dijelaskan sebelumnya, baiknya gimana ya bang?

kalau bisa saya ingin memenfaatkan jasa dari sdra, saya mau order, tolong dibuatkan rangkaiannya spt diatas dengan aki kering (yg bagus dan minim resiko kerusakan terhadap hp) dan khususnya untuk bb

soalnya untuk bb, ada yang aneh, ketika saya colokkan usb ke laptop kok tidak ngecharg, apa emang harus pakai charger usb aslinya atau gmn jg kurang tahu,

terima kasih perhatiannya gan
kalo bisa terima jasa pembuatan itu tadi, email ke sini gan
piratezeno@gmail.com

Anonim mengatakan...

untuk skema di atas ic UA 741 jalurnya masuk ke kaki nomer berapa aja tuh ? sama R yg 0.33ohm pake yg berapa watt?trims @rizals

Lukman Arif Wijaya mengatakan...

@Rizals: untuk UA 741 coba lihat dan pelajari di http://www.facstaff.bucknell.edu/mastascu/elessonsHTML/OpAmps/OpAmp1.html
R 0,33 Ohm pake 5 Watt-an aja biar gak panas.
@Ilmu: Sip

Anonim mengatakan...

assalammualaikum mas,,
mau tnya saya bingung dengan charger yg saya beli,

sya pnya charger laptop acer yg baru di beli,,
ac input: 100 240V 2.0A 50 60Hz
dc output: 19V 3.42A, 6,32A 65W

sedangkan charger yg ori yg dlu sya pakai,,
amperenya hanya 1,6 untuk tegangan input dan output,,
jika saya pasang d laptop apakah akan merusak laptop nya mas atau y dapat merusak,
makase mas

Lukman Arif Wijaya mengatakan...

Yang penting tegangannya sama gan, tentu tidak merusak. Teraan arus cuma menunjukkan kemapuan maksimal arus yang mampu disupplai oleh charger itu.

Anonim mengatakan...

saya sudah buat rangkaian 67805 dan rangkaian 6v dengan zener. tapi kenapa tidak bisa mengcharge blackberry saya ya? (9300) tapi di hp lain bisa thx

latif ragil mengatakan...

mas tlg biasa krm skema regulator batre acer aspire 4935

VerryGkPakeSayur TKJ mengatakan...

mas gmna cara membat power suplai 5v dari tegangan 9 volt?
mohon dibantu skemanya ke
verrygkpakesayur@gmail.com

Anonim mengatakan...

mas lukman saya mau tanya nie
kaitan nya dengan charge portable
saya punya batrai nah di batrai tsb tertera size 9v 175mAh
nah pertanyaan saya kalo mau di buat charge bagus nya pake yang emiter follower apa yang transistor LM7805
terimakasih sebelum y...

Lukman Arif Wijaya mengatakan...

@Ya itu, gan. Blackberry memang banyak keluhan, kurang flexibel chargernya, gak main, peace :)
@Latif: Wah, ane gak punya datanya gan, yg ane punya cm yang universal. Maaf ya...
@Verry: Postingan di http://lukmannet.blogspot.com/2011/01/membuat-sendiri-charger-hp-usb-portabel.html pada hakekatnya merupakan supply 5V. Saran saya gunakan IC7805 untuk arus max 1A, kl arus kurang besar, nih IC bisa diparalel kok.
@Baterai 175mAH terlalu kecil kapasitasnya gan, ngisi dikit ntar drop/habis. Tp kl mau coba gak masalah, pake 7805 gan.

Saillent_boy mengatakan...

makasih mas lukman atas jawaban y
emang klo boleh tau standart y berapa mAH klo buat charger portable
trus komponen y klo saya lihat di sketsa yang pake transistor LM7805
cuma transistor itu sendiri ga ada yang lain2.

Anonim mengatakan...

gan ane mau nurunin tegangan dari 3,7v (batre hp) ke 3v.
Gmna caranya?
Bisa pakai ic kyk pas itu gk?
And yang brapa?

Cube Mania mengatakan...

mas, untuk portabel charger, saya beli zener adanya 5.1V, lantas rangkaiannya gimana???
nuwun.

Lukman Arif Wijaya mengatakan...

@Kl terpaksa diturunin, pake 1 dioda seri aja. Ia kan membuat jatuh tegangan sebesar 0,6-0,7V
@Kl 5,1V ntar tegangannya drop 4,5V.

HAKAM mengatakan...

mas kalo adaptornya 5v 1200mA trus hdd nya 5v 500mA, itu merusak hdd nya ngak mas? kan beda amper nya tuh?

Lukman Arif Wijaya mengatakan...

Analogi dari pertanyaan agan seperti ini, dapatkah sebuah generator 500 juta watt/220 V mensuplai sebuah lampu listrik 5 watt/220V? Jawabannya sepertinya menakutkan, tp ketahuilah bahwa sesuai hukum ohm, teganganlah (V) sebagai penentu bahwa sebuah alat listrik dapat bekerja dengan normal. Arus atau daya sumber listrik hanya menyatakan kemampuan maksimum arus atau daya yang mampu disuplai sumber tersebut. Nah berarti lampu 5w tersebut tentu tdk masalah dihubungkan dengan generator 500 mW di atas' kan? Sama dengan pertanyaan agan, asalkan tegangan adaptor sama dengan hdd, kelebihan ampere adaptor malah bermanfaat untuk menjaga kestabilan arus untuk menyuplai hdd, dan harusnya memang begitu, karena kalau sampe kekurangan ampere menyebabkan hdd tidak bekerja optimal. Sedangkan dari sisi catu daya sumber akan menyebabkan overload (tegangan drop, sekerineg putus, panas, dll). Kesimpulannya, aman gan, sambung dah.

Anonim mengatakan...

klo pakek btre kotak 9v ni-mh dkasi rangkaian ic7805 sja gmn pengaruh untung ma ruginya.tp mas punya g rangkaian khusus untuk btre kotak 9v d buat power bank hp

Lukman Arif Wijaya mengatakan...

Untungnya bisa pake 7805, ruginya cuma bertahan sebentar karena kapasitasnya yang kecil. Rangkaiannya ambil salah satu dari rangkaian saya di atas.

Arif Rohman Hakim mengatakan...

mas, saya mau tanya,
bagaiamana cara buat charger sumbernya dari dinamo sepeda (6-12V) sedangkan output yang dibutuhkan DC 5V/1A,,
tolong mas buatkan rangkaian beserta cara kerjanya,, kirim di email saya y mas,, terimaksih sblmnya..

Lukman Arif Wijaya mengatakan...

Karena biasanya output dinamo masih berupa arud bolak-balik, buat dulu rangkaian penyearah biasa, yaitu terdiri dari rangkaian kuprok (4 dioda) dan sebuah kapasitor, lalu sambung ke rangkaian 1 di blogku di atas, Mas.
Contoh rangkaian penyearah: http://djukarna.files.wordpress.com/2012/04/gbr-14.jpg?w=604&h=236

fery robik mengatakan...

salam kenal mas
kebetulan saya juga tinggal di jember nih
oh ya mas saya uda muter2 beli lm7805 gk nemuin
di depan gramedia gk ada,apolo jg gk ada,di toko matrix juga gk ada
kalau bole tau,mas dapetnya dari mana ya??
tolong kirim di email ini ya mas : robisetiawan24@yahoo.com

dan saya juga minta nomer hp mas (kalau boleh)

Lukman Arif Wijaya mengatakan...

Udah dikirim lewat HP. Klo beli 7805 tidak usah embel2 LM, ntar bingung pelayannya, he he.

Anonim mengatakan...

Mas, maaf untuk membatasi arus output maksimum gmn caranya yah? misalnya saya ingin membatasi arus maz 3A.
terima kasih
@deni

Anonim mengatakan...

oh iya mas, tadi ada yang kurang. saya ingin ngebatasin arus maksimum tapi tegangan konstan. arus max 3A, tegangan 5V.
@deni

Lukman Arif Wijaya mengatakan...

Di salah satu komentar di atas udah dijelasin tentang pembatas arus. Coba dibaca lagi...

Agis garsel mengatakan...

salam kenal mas lukman,,,,saya mo minta tolong mas,,,saya punya power bank merk,,croos 2,lubang usb,,,saysng nya mas,,saya bru beli 2minggu,,,,sekarang dah rusak,,,saya pengen di betulin,,,,,
di ambil batry nya mas,,,karna batry nya masih bagus,,,power bank saya rusak karna gonta ganti charger mas,,,,ada ga mas rakitan buat power bank saya agar batry nya ga ke buang,,,pwer bank saya merk croos capacity:8800mah,input 1000mah,out,5v=2a, dan out,5v,0,6a,,,,saya minta skema rangkaian nya mas,,,,dan apa lampu senter charger bisa juga mas klo di buat pwer bank,,,makasih bls nya ke email sya mas,,,mayang.putih@gmail.com mkasih mas sebelum nya,,,kusnadi

Anonim mengatakan...

Salam kenal mas,
Saya Latief, pny camcorder JVC, tp sayang kapasitas baterainya hanya 860mAh, jd hny bertahan 1,5 jam saja. Mau beli baterai original sbg cadangan tp hrg lmyn mahal (750rb), jd saya putuskan ingin menggunakan baterai AA Sanyo 1,2V 2700mAh empat biji dirangkai seri kemudian dicolokkan melalui port charger camcorder (seolah2 tersambung dari powersupply/charger). Saat baterai tsb kondisi fresh charged (5,6V) msh bs menyalakan, tp saat bbrp lama disimpan (kondisi off) tak bs nyala, trnyt tegangan baterai turun menjadi 5,3V, sedangkan dgn baterai AA biasa (1,5V) jg tdk bs nyala (1,5Vx4=6V). Pertanyaan saya:
Bgmn caranya menaikkan dr 5,3V mjd 5,6V konstan? Atau menurunkan dr 6V mjd 5,6V? Krn bila merangkai seri 5 buah baterai sptnya agak sulit krn ditoko tdk menjual box baterai isi 5 ukuran AA sbg wadahnya.
Mohon balas ke email saya: latief_trophar@yahoo.co.id
thanks mas sblmnya.

Anonim mengatakan...

mas bagaimana rangkaian untuk menaikkan tegangan 4 VDC menjadi 24 VDC

Lukman Arif Wijaya mengatakan...

@Agis: Sy msh bingung "power bank saya rusak karna gonta ganti charger mas". Pada prinsipnya, kalo masnya punya bateray/aki, bisa kok dimodif jadi charger sebagaimana rangkaian di atas.
@Latief: Beri 5 baterai aja Mas. Klo tidak ada yang 5, bisa pake box 3 dan 2, trus diturunkan tegangannya pake regulator di atas.
@Wah, itu pake rangkaian induksi frekuensi tinggi mas, semacam chopper. SY tidak punya rangkaiannya.

Nayra Cyma mengatakan...

salam mas,bagaimana jika charger untuk ampere yg lebih besar? sy punya trafo 40 ampere dan memakai dioda bridge 50A, output voltage 14V dan 27V.sy buat untuk charger aki, berhubung sy ada 3 jenis aki dgn AH berbeda yaitu 7.5ah,45ah dan 400ah (dua biji 200ah yg saya paralelkan biar sesuai dgn trafo 40A)bagaimana cara untuk mengatur ampere biar 1 trafo bisa sesuai dengan masing2 aki? sy mau selectable dari 1A-5A-10A-20A-30A-40A. tegangan 14VDC dan 27VDC untuk seri 2 aki. thanks mas.

Lukman Arif Wijaya mengatakan...

Salam juga. Menurutku, masnya umpankan tegangan stabil dari 7815 ke basis 2n3055 sebagai pengikut emitor sehingga akan menghasilkan output max. Tlg lihat datasheet 2n3055: hFE dan arus (Ic) maksimal. Jika Ic max msh kurang, transistor ini bisa diparalel. Intinya, berapapun tegangan yg diumpankan ke basis, pada emitor (output) akan ada tegangan dg selisih kurang sekitar 1v (relatif terhadap tanah), sehingga tegangan emitor menjadi Vb - 1V = 15-1=14V, NAMUN ia mempunyai kemampuan mengeluarkan arus yg jauh lbh besar sesual Ic max power transistor tadi, yg mana arus ini masuk lewat kolektor ke emitor. Makanya transistor jg terkenal fungsinya sbg penguat arus. Dgn prinsip demikian, silakan dikembangkan sendiri mas.

Nayra Cyma mengatakan...

terima kasih mas lukman, berarti intinya tergantung transistor yg kita pakai, jadi mungkin nanti sy akan cari transistor yg berbeda ampere nya yg sesuai dengan standart charge tiap aki. kemudian sy pasang selektor untuk aktifkan transistor mana yg kita pilih sbg supply tinggi rendahnya ampere pada output,jd transistor lain yg tidak terpilih akan off. mungkin begitu ya mas. terimakasih banyak lo mas telah share ilmunya,sangat bermanfaat bagi saya.

Lukman Arif Wijaya mengatakan...

Sama-sama, tp ada sedikit yang perlu diluruskan. Kl maksudnya untuk membatasi arus keluaran pada angka ampere tertentu, bukan dengan cara menyesuaikan transistor pengikut emitornya, tapi transistor pembatas arus yang harus ditambahkan. Kalau kita memaksakan sebuah transitor melebihi kemampuannya, ia pasti akan rusak. Intinya, setelah kita stabilkan tegangannya, masih perlu dilengkapi pembatas arus. Coba masnya lihat komentar2 dia atas atau di postingan charger portable, saya ingat telah nyertain link dan penjelasannya tentang pembatas arus ini.

Stefanus Deddy mengatakan...

Mas Lukman, saya mau tanya nih. Saya ingin membuat saklar pengaman untuk mobil saya. Saklar tsb minimal harus berkekuatan 10A 12VDC. Saya punya saklar dgn spesifikasi tertulis 6A/250VAC 10A/125VAC. Apakah saklar tsb bisa saya gunakan? Kira2 kuat gak? Terima kasih sebelumnya.

Stefanus Deddy mengatakan...

Oya mas, tambahan nih atas pertanyaan saya sebelumnya. Spesifikasi saklar untuk pengaman mobil yang akan saya gunakan adalah seperti link berikut:
http://www.ebay.com/itm/251039013057

Di situ tertulis "Switch Rating: 6A/125VAC".
Apakah saklar ini contactornya kuat untuk digunakan pada arus aki mobil 12VDC 10A?

Lukman Arif Wijaya mengatakan...

Dalam hal ini saya tidak mengetahui secara persis tentang formula besar kontaktor AC dan DC dikaitkan dengan besar arus dan tegangan yang dihubungkan. Silakan masnya kira-kira sendiri, tak kasih teorinya dulu sambil sama-sama belajar kelompok, he he...
Perlu saya jelaskan bahwa konstruksi saklar AC dan DC (dengan tegangan yang sama) sangat berbeda. DC yang kelihatannya 'aman' namun sebenarnya lebih besar dampaknya pada kontaktor jika dibanding dengan AC dalam hal menimbulkan percikan (bunga api)yang menghasilkan panas. Percikan berulang akan berakibat pada permukaan kontaktor yang lama-lama teroksidasi dan meleleh(terkikis). Mengapa pada DC percikan malah lebih besar? Sebagaimana kita tahu arus DC mengalirkan tegangan konstan tertentu sehingga saat ia dialirkan/diputus ia akan berusaha (tetap)mengalirkan arus dengan tegangan tadi yang berakibat timbulnya percikan yang besar. Lain halnya jika kita bicara AC, gelombang sinusoidal dengan frekuensi tertentu (50-60hz) menyebabkan suatu ketika pasti tegangan menjadi nol (tentu arus juga nol), sehingga bunga api bisa padam dengan sendirinya. Yang mau saya sampaikan di sini adalah bahwa konstruksi kontaktor DC dibuat sedemikian rupa untuk mengurangi efek bunga api tadi.
Nah, kembali ke pertanyaan masnya tadi, karena sebagaimana saya sampaikan sebelumnya bahwa saya tidak mengetahui secara persis formulanya, maka sesuai pengalaman dan feeling saya, saklar tadi jika digunakan untuk 12VDC 10A: tidak kuat digunakan.

Kang Bejho mengatakan...

salam kenal mas Lukman,
saya mau minta skema cara turunin tegangan adaptor 15V/3,5A menjadi 12V,
setau ane kalo pake IC 7812 maksimal 2A (CMIIW.. hehe)
thanks,

Anonim mengatakan...

Mas mau tanya kalau saya ada baterai Ni-MH (pack) R/C dengan kapasitas 3,6v 600maH. (baterai ini merupakan gabungan dari 3 baterai Ni-MH AA), untuk chargernya yang aman dengan spek/kapasitas berapa yah?

Terima kasih

Asep S mengatakan...

Gan mau tanya, apakah sudah ada/dibuat oleh pabrik alat pemutus aliran listrik otomatis ketika tegangan listrik di rumah tiba-tiba naik/berlebih kalo ada apa nama alatnya dan di mana bisa pesan.

Mohon info ke asepsp@gmail.com Terima kasih,

Lukman Arif Wijaya mengatakan...

@Kang Bejho: Salam Kenal juga. Sebuah 7812 mempunyai Imax, setahu saya, cuma 1A. Kalau pingin lebih bisa diparalel Mas, jadi tinggal ngalikan aja. Tapi kalu kebutuhan arus beban tidak sampe 1A, cukup pake 1 tidak masalah. Tidak harus pake sesuai dengan kapasitas trafo.
@Asep: Setahu saya belum ada pabrik yang buat, kecuali mungkin pake transformator rotary yang akan secara otomatis menyesuaikan tegangan lebih/kurang ke tegangan yang dikehendaki. Ini kurang populer mengingat PLN sendiri sudah mempunyai teknologi untuk mengatur ini. Emang untuk keperluan apa Mas?

Asep S mengatakan...

Untuk keperluan di rumah Mas, soalnya di rumah pakai listrik dari genset diesel yang udah tua, kadang-kadang voltase tiba-tiba naik hingga 300 volt sehingga peralatan elektronik banyak yang pada hanguss gan..
Ok kalo ada ditunggu informasinya.

Anonim mengatakan...

mas salam kenal yah.
saya masih awam elektro nih mas...
saya punya power bank rusak tapi batterynya masih bagus terbukti smasihs aya pakai untuk senter.... tapi g bisa nge-charge-nya.

voltnya saya test pake avo meter sekitar 5 - 6 volt.

bisa beri masukan untuk membuat board power bank yang bisa nge-charge pake usb dan discharge usb juga.

email ke saya yah mas.
classix16@yahoo.com

david joegono mengatakan...

saya udah baca tapi terlalu panjang bgt jsdi males baca deh hehehe mau nanya nih mas kan bb saya ga bs gi charge dr casan maupun dr kabel data kemungkinan konektornya yg rusak, jd sya ingin pke charger desktop (kodok) kira" bs merusak bb sya ga ya casan kodok itu? trs solusinya gmn ya krn bb sya mati bgt nih, thnx
tolong bgt mas jwb ya thnx

Lukman Arif Wijaya mengatakan...

@Asep: Coba aja pake komparator op amp: http://www.diy-electronic-projects.com/projects/183/bigs/fig_2.gif
Saluran input dihubungkan ke sekunder transformator penurun tegangan yang mana primernya langsung terhubung ke genset, sedangkan outputnya ke relay 12V/10A kalo arus keluar op amp kurang kuat bisa dibantu pake transistor.
Cara menggunakannya: pada tegangan max yang dikehendaki, misal 225V, buatlah relay aktif secara kritis dengan memutar/menyesuaikan posisi potensiometer. Jadi, di atas 225V relay on, sedangkan di bawah 225V relay off.
Catatan: Karena trafo penurun tegangan digunakan khusus sebagai 'perasa' naik-turunnya tegangan genset, seyogyanya trafo ini tidak digunakan untuk menyuplai beban lain dan berhubung arus keluaran trafo ini masih AC, seyogyanya disearahkan dulu menggunakan kuprok dan kapasitor 100uf.
@Classic: Aku curiga baterenya yang udah drop, Mas. Klo cuma senter LED kecil, karena tidak seberapa makan arus, masih bisa hidup. Untuk membuktikannnya, pada saat kondisi ngecharge HP, benarkah tegangannya tetap 5-6V?
Kalo emang mau buat, bisa dari salah satu rangkaian saya di atas.
@David: Gpp pake casan kodok, tp saran saya jgn pake merk cina, karena cenderung asal-asalan buatnya, yg agak mahal gt mas, spt panasonic, sanyo, dll.

Rizky Pristian mengatakan...

mas bagaimana sih cara menurunkan tegangan 42v CT menjadi 24v CT.. terimakasih

Anonim mengatakan...

mas, itu rangkaian bisa menguatkan arus jadi brapa ampere??? misal nie mas saya mau buat rangkaian regulator 12V 10A dari aki 12V, rangkaiannya gimana ya mas??? apa bisa IC 7812 diparalelkan 10 buah???

Anonim mengatakan...

misal nie mas saya mau buat rangkaian regulator 12V 10A dari aki 12V, rangkaiannya gimana ya mas??? apa bisa IC 7812 diparalelkan 10 buah???

zly mengatakan...

Lam Kenal mas Lukman
Saya mau nanya ni, Saya punya elemen pemanas (heater) 2500 watt/230, akan tetapi daya listrik PLN yang tersedia di Rumah saya hanya 6 A, pastinya jika saya hidupkan Heater tersebut pasti Listrik di rumah saya akan padam. gimana ya caranya agar heater tersebut tetap dapat digunakan dan apa saja yag perlu saya siapkan dan lakukan.
thanks atas seluruh penjelasannya

Anonim mengatakan...

mau tanya, saya punya rangkain sbb, aki kering 12v 7,2ah beban lampu led 12, sy ukur saat ada beban sekitar 1,5ampere
yang ingin sy tanyakan apakah ada cara untuk menurunkan arus yg tadinya 1,5A menjaid misal 0,9A
lampunya jadi agak redup gak masalah, yang penting bisa nyala lebih lama (biston_soq@yahoo.com)

Lukman Arif Wijaya mengatakan...

@Risky: Wah, ini untuk AC atau DC mas? Untuk AC, cari adaptor yang sesuai saja. Kalau DC, silakan cukup menggunakan regulator linear 7824 (atas tanah) dan 7924 (bawah tanah), namun akan ada disipasi daya terbuang yang cukup besar mengingat selisih 42V dan 24V cukup besar sehingga perlu diakomodasi dengan heat sink yang cukup besar pula. Saran saya agar lebih ekonomis (daya tidak banyak terbuang), silakan pake regulator semacam 7824 ato 7924 tipe swicthing, sekarang kabarnya udah ada kok, meski agak mahal.
@Kalo udah 12V ngapain pake regulator lagi Mas? Sepanjang aki tersebut kapasitasnya besar, ia akan mampu langsung menyuplai arus yang besar juga (tanpa 7812).
@Zly: Perlu saya luruskan bahwa satuan daya bukanlah A, melainkan Watt, sehingga saya bingunbg angka 6A tersebut. Daya listrik rumahan yang ada seingat saya sampai saat ini adalah 450W, 900W, dst. Jadi kalo daya alat listrik melebihi daya listrik rumahan pasti tidak bisa, kecuali yang dilarang tentunya, dan untuk yang ini saya tidak bisa memaparkan. Solusi halal adalah dengan tambah daya :)
@Pake resistor seri aja Mas, namun harus disesuaikan dayanya tidak melebihi teraannya agar tidak terbakar. Perhitunganya menggunakan rumus daya P = I (kuadrat) R. Misal jika arus yang mengalir 0,9A dan resistor yang dipake 4,7 Ohm, maka P = 0,9 x 0,9 x 4,7 = 3,8 Watt. Sehingga daya resistor 4,7 Ohm yang dipake harus lebih dari 3,8Watt, dlm hal ini cukup pakai 4,7 Ohm/5Watt.

puguh susanto mengatakan...

mohon bimbingannya om, newbie...

saya punya 3 buah baterai bekas laptop dan ingin membuat power bank gt, tpi ga ngerti rangkain dan bahan" elektronya yg harus dibeli.
dan saya juga ingin ada indicatornya bila baterainya udah full bila di charger.

terima kasih om.

zaenul ichsan mengatakan...

mau tanya nih mas,carger HP BB saya rusak di bagian plug yang ke HP,trus saya punya kabel data punya nokia,nah plug nya itu bisa masuk ke HP BB saya,masalahnya adalah ujung kabeldata itu plugnya model USB.bagaimana caramembuat carger BB saya bisa berfungsi untuk disambung ke plug USB supaya bisa dipake bwat nge cas...

AccountDC mengatakan...

mas ane mau beberapa pertanyaan nih , 1.jadi saya punya panel solar 3 volt 0,06 a sebanyak 4 biji lalu 2 2nya saya seriin lalu akhirnya saya paralel arusnya jadi 2 kali lipat ga? dan voltnya jadi 6 volt ,2.kalo charge itu harus selalu pake dioda kan?buat apa sih , bener ga biar arus di batere hp biar ga timbal balik ke panel? pake apa ya diodanya dari 6 volt itu saya mau turunin jadi 5 volt pake apa ya in 4001 bisa ga atau dioada zener bukan ? 3.jadi saya dari panel solar tadi mau charge batere sebesar 1,15 a , berapa lama casnya jika panel solarnya udah diparalel ? 4.ada cara ga sih naikin amper panel biar sama kayak hp , semisal pake travo up 1 amper gitu bisa ?

Lukman Arif Wijaya mengatakan...

@Puguh: Kalo baterenya li-ion 2 diseri aja, kan masing-masingnya 3,6V, jadi total 7,2V. Trus pake 7805.
@Zainul: Jangan lupa kalo tegangan port USB dimana-mana sebesar 5V. Biasanya charger dari nokia tipe jack itu besarnya 7V. Tp toh misalnya diregulasi, daya atau arusnya terlalu kecil sehingga proses charging relatif akan lama. Mending pake charger USB langsung.
@AcountDC: Kalo diseri: arus tetap, tegangan nambah. Sdangkan kalo paralel, arus nambah, tegangan tetap. Sebenarnya kalo udah yakin polaritasnya dan tegangan sumber pasti lebih tinggi tidak perlu dioda karena dioda hanya akan membuat jatuh tegangan sebesar kurang lebih 0,8V. Tapi lebih amannya memang diberi dioda. Klo 4001 bisa nurunin 1V, jangan zener. Inti dari panel surya, pada saat beban nol dia tegangannya naik, pas ia diberi beban akan turun sesuai dengan arus (ampere) yang dikeluarin.

iko mengatakan...

mas chargernya yg pke aki 6volt & dz itu aman kan buat hp nokia yg chargernya bukan usb?

Anonim mengatakan...

Salam Sejahtera mas....!
Menimbang dan menglihat skema Adaptor diatas kok ada yg kurang detil dalam penggambarannya seperti kaki2 IC Opamp Lm 741 tidak dijelaskan no kaki2nya no berapa kaki V+...V-...V in juga Voutnya. Terima kasih

Faiz Abdullah mengatakan...

Master master, mw tanya
Gini nih critanya
Sya mw buat PB (powerbank) dri batere aaa 1.5v empat buah yg dipararel agar amperenya besar.
Msalahnya ntuk meningkatkan voltnya itu gimana yaa ??
Jka menggunaka trafo, apa ada travo step up yg 5V 2A ???

Mhon bimbingannya yaaa mast

Faiz Abdullah mengatakan...

Master master, mw tanya
Gini nih critanya
Sya mw buat PB (powerbank) dri batere aaa 1.5v empat buah yg dipararel agar amperenya besar.
Msalahnya ntuk meningkatkan voltnya itu gimana yaa ??
Jka menggunaka trafo, apa ada travo step up yg 5V 2A ???

Mhon bimbingannya yaaa mast

Ali mengatakan...

Mas, yang diatas itu catu daya variabel kan ?

Mas, saya mau nanya

Saya punya trafo 2A dan pin yang tersedia adalah untuk tegangan 12V dan 15V. Saya ingin tegangan keluaran variabel 0-12 V dan arus max-nya 2A.

- Berapa nilai zener pengganti untuk zener 22V ?
- Berapa vref untuk UA741 ?
- Apakah ada lagi nilai komponen yg harus diubah ?
- Apa kah mungkin bila saya ingin v out > 12 V ?

Saya pingin belajar utak-atik elektronik, dimulai dari catu daya dulu. Oke, terima kasih mas. Salam kenal.

Syifa Alfi Rahmah mengatakan...

Mas, kalo saya to the point aja deh. kalo saya minta tolong dg beli regulator yang sampeyan bikin dg satu output (12V) sekitar berapa?

Saya berharap sangat. syifa0606@gmail.com

Lukman Arif Wijaya mengatakan...

@Iko: Wah, kalau non-USB ane gak jamin Gan.
@Agan Anonim: Op Amp itu selalu mempunyai masukan inverting (-), non-inverting (+) dan catu daya. Kalo kurang jelas bisa tanya Dik Googe, Mas, tidak sulit kok.
@Faiz: Yup, master kungfu. Kalo batere diparalel: ampere besar, tp tegangan tetap, kalo diseri ampere tetap, tp tegangan bertambah. Itu saja prinsipnya. Kalo trafo banyak macem, banyak kok di toko.
@Ali: Betul variabel
- Kalo mau buat sampai 0V, berarti Agan harus memposisikan terminal negatif op amp di bawah nol, kondisi ideal untuk catu daya op amp. Jadi +15 pada kaki 7, -15 pada kaki 4, sedangkan acuan/tanah/0V merupakan pasangan terminal input dan output. jadi anoda zener ntar juga diketanahkan.Tapi terlepas dari ini semua, sebuah op amp kurang populer jika sampai 0V karena akan ada disipasi daya terlalu besar pada transistor. Tapi silakan dicoba.aja buat pembelajaran.
- Silakan zener pake 7V ato dicoba yang lain.
- Tidak ada lagi nilai komponen yg harus diubah, kecuali mungkin penambahan variabel resistor 1 dan 5 untuk mengatur offset 0V.
- Prinsipnya Vout tdk bisa melebihi Vin.
@Syifa: Wah, saya tidak jualan kalo ini, gimana ya. Mungkin ada yang bisa bantu Agan lain.

Arie Amalia B mengatakan...

mas, mohon transfer ilmunya, sy py mainan anak mobilan aki 12v (6v, 7.2 Ah 2x =12 v) dan motoran aki 6v, 7.2Ah, bisa g klo dayanya ditambah spy bisa digunakan lebih lama...gmn caranya / seperti halnya batre HP ada Powerbanknya untuk penyimpanan daya?, kalo g keberatan tlg dbalas ke email 4d1v4,aab@gmail.com....makasih banyak sebelumnya...

Lukman Arif Wijaya mengatakan...

Kalau pingin lama, kapasitas (AH) baterenya diperbesar, bisa diganti baru >7,2AH dan/atau diparalel dengan teg yang sama. Besar AH untuk satu jenis batere biasanya identik dengan ukurannya. Jdi ntar berkonsekuensi baterenya besar dan berat.

Anonim mengatakan...

mas kalo saya ingin mengisi batre power bank yang sudah abis. kan batre di powerbank 7,4 v dan 4800 Mah, ,lalu saya ingin mengisi batre tersebut. dengan charger yg output ny 5v gmna cara nya biar terisi ya batre di power bank dengan tingkat voltase ny 7,4? terimakasihmas.

Anonim mengatakan...

mas, kalo saya ingin mengisi batre power bank yang sudah abis. kan batre di powerbank 7,4 v dan 4800 Mah, ,lalu saya ingin mengisi batre tersebut. dengan charger yg output ny 5v gmna cara nya biar terisi ya batre di power bank dengan tingkat voltase ny 7,4? terimakasih mas

Hadhy Sambel mengatakan...

mas saya mau tanya saya punya 4 baterai cell 3V 2A, mau dibuat power bank. saya rangkau 2 paralel trus di seri. jadi 6v 4A kira2.

saya bingung buat rangkaian biar bisa di cas untuk cas hp normal 4,2 volt 0,55 Ampere.

bisa gak ngecas bateray 3volt 8 Ampere dengan cas 4,2 volt 0,55 Ampere?

kalo bisa coba mau tak kasih semacam relay pemutus pada seri baterai dengan saklar aliran listrik masuk cas. terus bateray langsung jadi seri otomatis saat ngecas (baru terlintas).

terus ada gak relay pemutus soalnya yang ada di toko elektronik cuman relai buat nyambung, itu juga 12 volt minimal.

mohon solusinya terimakasih.

Ekstensifikasi Bali mengatakan...

Mas..aku awam masalah elektronik gini
Tp aku punya beberapa pertanyaan..mohon sekiranya dibantu utk menjawabnya
Aku punya psu output 12v 10A
Trus aku punya headphones amplifier yg supply dayanya menggunakan 2 buah battery 9v kotak
Nah yg jadi pertanyaannya, apa bisa psu aku dijadikan sumber daya headphone amplifier aku tadi?
Kalo bisa, tolong dikasih tau gimana caranya...
Trims banyak

Lukman Arif Wijaya mengatakan...

@Rangkaian untuk mengisi ke tegangan lebih tinggi agak rumit Mas, butuh semacam induktor frekuensi tinggi untuk menaikkan tegangan. Coba masnya cari di Dik Google, insya Allah ada kok.
@Handy: Saya cuma mau jawab yang bias dimengerti ya.
- “bisa gak ngecas bateray 3volt 8 Ampere dengan cas 4,2 volt 0,55 Ampere?”: Bisa, tapi kalo diakali pake relay resiko batere rusak saat sambungan seri ke parallel, karena masing-masing batere belum tentu tegangannya sama.
Mungkin di sini perlu ditambahkan sebuah cara aman untuk membuat sambungan parallel batere sekunder agar tidak resiko rusak:
1. Sambungkan secara parallel 2 atau lebih batere MELALUI sebuah resistor sekitar 10 Ohm masing-masingnya, sebaiknya pada saat batere bermuatan mendekati kosong.
2. Biarkan sekitar 1 jam atau lebih (semakin lama semakin bagus) sehingga Anda yakin masing-masing batere mempunyai tegangan yang setimbang/sama.
3. Buanglah resistor dan sambungkan secara fixed (solder) dan jangan dilepas lagi.
- Kalau masalah relay pemutus itu ada kok.
@Ekstensifikasi Bali: Kalau mau membuat tegangan 12V menjadi 9V cukup pake 7809 atau persamaannya dan sebagian besar amplifier kecil bisa untuk PSU 9V. Yang menjadi permasalahan dua buah batere kotak 9V itu disambung seri, paralel, atau balance? Sehingga saya tidak berani memberi solusi.

klasika art foto and gallery mengatakan...

salam knal.
mas mau tanya. batrey telpon flexy saya gmpang drop, saya mau langsungkan ces tlpon lgsung ke komponen tanpa lewat batrey. perlukah ditambah rangkaian lainnya? amankah?

Lukman Arif Wijaya mengatakan...

Sebagian regulator HP mensyaratkan terpasangnya baterenya. Kalo misal batere tetap dipasang sementara tetap terhubung ke charger apa masalah mas?

kece_ng mengatakan...

Permisi mas Lukman,...
saya mau tanya postingan mas lukman yang charger hp usb portable universal,...
untuk resistor yang digunakan itu nilainya berapa ohm ya mas.?

Terima Kasih
:)

Saipel45-aminase mengatakan...

Salam kenal mas lukman,
Saya mau tanya, apakah mungkin dengan travo 5 amper dibuat penguat arus yang dapat menghasilkan output 13.8volt 40amper?
Terima kasih.

Lukman Arif Wijaya mengatakan...

Kasih 100-220 Ohm aja gan

Dimas mengatakan...

Mas lukman yang dermawan ilmu nan tidak sombong,,mau tanya2 tentang pembatas arus yang dah pernah mas uraikan.

saya punya power supply bongkaran dari PSU (maklum modal terbatas hehe) nah saya sambung ke peltier (12 v 6A),,masalahnya heatsink peltiernya ga mampu nahan panas peltier kl dikasih arus maks (6A),nah saya pengen buat agar arusnya 3A saja

di komen : http://lukmannet.blogspot.com/2011/01/membuat-sendiri-charger-hp-usb-portabel.html?showComment=1319636980228#c8894891843473099816
udah diterangin kalo menggunakan komponen Q1 Q2 R1 dan R2.

dari setangkep saya,berarti besarnya R1 yang saya butuhkan adalah 0.7/3A=0.233 ohm?

nah trus R2 yang saya butuhkan besarnya brp ya?
kalo pake D313 apakah hitungan R2 = (V – Vbe – VR1)/Ib = (12V – 0.7V – 0.7V)/3mA = 3533KΩ ?

kayaknya sementara itu dulu mas hehe,nanti kl ada yg kurang saya tambahkan,,terima kasih mas

Ary Patrickz mengatakan...

Mau nanya mas...gmn cara bikin charger hp yg outputnya 5v 2A y???
Atau gak memodif charger hp yg outpunya 5v 0,7A menjadi 5v 2A??mohon tutornya mas...

Lukman Arif Wijaya mengatakan...

@Dimas: Yaa, gak usah muji2 gitu, ttp klo sempat dibales :). Hitungannya secara teori tentang R2 udah betul. Mas Dimas dapat data Ib 3mA dari datasheet? Jika dibatasi arus max 3A apa tidak ngefek ke kinerja beban? Karena jika arus beban melampaui 3A, otomatis tegangan terminal akan anjlok. Menurutku tambahin aja heatsinknya adar power suplynya lbh fleksibel terhadap perubahan arus.
@Ary: Kalu buat, pake 2 buah IC7805 paralel aja mas.
Kalo modif 5V 0,7A menjadi 2A sepertinya tidak bisa, karena hardwarenya telah dibatasi 0,7A, gak bisa dipaksa.

Ary Patrickz mengatakan...

Bisa minta skema beserta komponen yg diperlukan buat bikin charger 5v2a mas???sy ada charger yg tulisannya 5v2a tp output sebenarnya cmn 5v0,7a...sy ingin cek apa aja yg perlu diganti di chargeran sy ini...ato mau saya gnt semua partnya biar bs jd outpput 5v 2a....mohon bantuannya mas

morexs mengatakan...

salam kenal mas,sy dari aceh n masih awamsoal listrik n elektronika. saya mo nanya....,gimana caranya menurunkan ampere tan voltasanya.misal;saya mempunyai aki 40A 12V,dalam rangkaian dibutuhkan voltase 5V/0,25mA.apa rumusnya n klau ada contoh rangkaiannya.

Lukman Arif Wijaya mengatakan...

@Ary: Pake 7805 diparalel 2 aja Mas. Kan sebuah 7805 bisa ngeluarin max 1A, jadi klo 2 jadi 2A
@Morexs: Salam kenal balik Mas. Intinya, yang diperkecil itu tegangannya, karena arus cuma ngikutin resistansi beban. Jadi turunin aja tegangannya dari 12V ke 5V, bisa memakai IC regulator 7805.

arif munandar mengatakan...

mas, saya mau tanya, kalau saya membuat adaptor regulator seperti diagram di bawah ini, apa saja kekurangannya dan kelebihannya,

http://1.bp.blogspot.com/-SNalbDVOIzE/U_6wCsKjX9I/AAAAAAAAALE/_8n7c5V2mqc/s1600/coba.png

karena bahan yang saya punya hanya cukup untuk membuat adaptor seperti diagram tersebut.

Lukman Arif Wijaya mengatakan...

Kelebihannya: murah, dengan arus output max 1A.
Kekurangannya: daya terbuang berupa panas cukup besar karena ia tipe linier (bukan switching)
Saran: cukup pake 1 kapasitor 3300uf yang dipasang sebelum regulator 7805, gak usah yg lain.

Julio Miguel Freitas mengatakan...

udah baca dari atas sampe bawah...hoho
tp masih mau nanya nih mas...
kasus: punya batre 18650 teg 3,7v di paralel 3, terus di seri 3 jadi 11,1v.
pertanyaan:
1.berapa tegangan yg aman untuk charge ?
2.arus charge 1/10 kapasitas batre total?
3.rangkaian seperti itu amannya di kosongin dlu, disambungin resistor, trus ganti fix solder ya?

maap nanyanya muter muter seputar bare di seriin di parealin lah...smoga ga bete..haha..

Anonim mengatakan...

Mas kalau mengubah 5V ac ke 5V dc tanpa menurunkan tegangan bisa gak ya ?

Anonim mengatakan...

Mas klo buat power supply untuk pemanas akrilik gmn tutornya...kli pakai adaptor trafonya panas...takut terbakar trafonya

Anonim mengatakan...

mas, adapter switching 12v 2000ma harddrive external saya terbakar, kira-kira bisa gak digantikan (dgn buatan sendiri-red) adapter/regulator linier dengan output yang sama..kl bs kira-kira seperti apa rangkaiannya..mohon pencerahannya...trimS.

wenny ambarsari mengatakan...

mas lukman, knp ya pertama kali percobaan saat mengubah ubah, nah kenapa tegangan DC digunakan regulator tegangan hrus dimulai dari nol ?

Poskan Komentar