06 Januari 2014

Membuat Sendiri Lampu Rem pada Roda




Pada kesempatan kali ini ane akan memaparkan sesuatu yang unik: membuat lampu rem mobil/sepeda motor pada roda yang berputar. Sedikit kretivitas pada mobil/motor agan akan membuatnya mempunyai suatu nilai lebih dari yang mobil-mobil yang lain, karena pasti pertamax gitu loh...

Baiklah, sebelum Agan melangkah ke praktek, ada baiknya agan ketahui sebuah pengetahuan umum bahwa kalau kita mau mengalirkan suatu arus listrik DC pada sesuatu yang berputar, biasanya kita tidak akan lepas dari penggunaan cincin geser (slip ring) pada rotor (bagian berputar) dan sikat (brush) pada stator (bagian yang diam). Slip ring dan sikat pada saat roda berputar harus selalu bersentuhan agar arus dapat melewatinya. Dengan demikian, kedua komponen ini dalam operasinya akan senantiasa bergesekan yang pada gilirannya tentu akan mengalami keausan.

Kali ini kita akan mengaplikasikan membuat sendiri slip ring dan brush pada roda sebuah mobil dengan tujuan menyuplai kebutuhan arus/daya listrik untuk sebuah lampu LED pada sisi rotor. Khusus untuk pembuatan sikat, mengingat aplikasinya untuk lampu rem yang tidak setiap saat nyala, ane mengaplikasikan semacam gaya (torsi) elektromekanis dengan tujuan agar koneksi ke slip ring hanya terjadi pada saat diperlukan saja (pengereman) sehingga akan menambah umur slip ring dan/atau sikat.

Ingat, mobil bisa saja menempuh jarak ribuan kilometer sehingga jika kita tidak antisipasi menghemat gesekan slip ring dan sikat, tentu kedua bagian ini akan cepat aus, selain tentu saja terdapat waktu siang kapan kita tidak perlu menyalakan lampu mobil. Namun demikian, tidak menutup kemungkinan jika Agan berselera agar lampu roda mobil selalu menyala setiap saat, tentu pembuatannya akan jauh lebih mudah karena tidak memerlukan sisten elektromekanis. Agan cuma perlu mematenkan posisi sikat pada stator roda mobil.

Terdapat beberapa komponen elektromekanis yang sesuai selera dapat Agan gunakan untuk membuat sikat elektromekanis:
1.        Motor listrik DC (kecil)
       Motor menghasilkan torsi yang dapat dikonversi untuk menggerakkansikat. Perlu diingat bahwa pada saat memfungsikan motor sebagai sikat, Agan sama saja menahan motor DC tersebut untuk berputar (≈ hubung singkat), yang mana ini jika kondisi ini berlangsung lama, akan menyebabkan motor menjadi panas. Untuk meminimalisir hal ini, seyogyanya Agan menggunakan resistor seri dengan motor DC dengan lengan sikat yang ringan agar tidak terlalu membebani torsi motor.
2.        Relay
       Lengan kontaktor solenoid dapat diperpanjang untuk menggerakkan sikat.

Baiklah, kita langsung praktek saja:
a)      Bukalah roda belakang mobil, kalau belum tahu caranya silakan tanya adik ane, Dik Google.
b)      Carilah posisi pada roda dimana kita dapat menempatkan slip ring pada rotor dan sikat pada stator secara berdekatan. Usahakan pada diameter yang paling kecil untuk meminimalisir gesekan.
c)      Untuk pembuatan slip ring:
-            Gunakan lembaran alumunium (tahan karat) dengan lebar ±1cm untuk melingkupi wilayah rotor dengan rapi/lurus.
-            Pada bagian bawah seng, lekatkan semacam isolasi kertas sehingga logam/listrik pada rotor tidak bersentuhan dengan seng.
-            Kondisi lurusnya slip ring diperlukan agar sikat menyentuh permukaannya dengan stabil (tidak berkelok-kelok).
-            Setelah posisi diyakini sudah lurus dan listrik terisolasi dari bodi mobil, patenkan posisi ini dengan lem G.
d)     Untuk pembuatan sikat elektromekanis:
-            Gunakan motor tape kecil (atau motor DC lain) dengan lengan buatan dari kawat yang akan difungsikan sebagai sikat.
-            Hubungkan bodi motor DC dengan salah satu terminal listriknya yang mana polaritasnya disesuaikan pada arah torsi ke slip ring. Ingat, bahwa dalam operasi, bodi motor DC – sikat - slip ring akan saling terhubung dengan polaritas yang sama (positif) sehingga bagian ini HARUS terisolir dengan bodi mobil yang berpolaritas negatif.
-            Posisikan sedemikian rupa agar sikat hanya menyentuh slip ring pada saat motor aktif. Untuk tujuan ini Ane mengAganlkan gravitasi bumi, jadi kalau lagi tidak aktif, sikat akan memposisikan menjauh dari slip ring.
-            Jika posisi sikat diyakini sudah pas dengan slip ring pada rotor, rekatkan kuat motor ini pada stator dengan lem kaca atau sejenisnya karena goncangan roda mobil sangat besar lho!
-            JANGAN LUPA, antara logam stator pada mobil dan motor DC harus terisolir. Bagaimana caranya terserah.
e)      Tempelkan dan patenkan sebuah/beberapa lampu LED tegangan terminal 12V (daya sesuai selera) pada pelg roda mobil dengan terminal positif menuju slip ring, sedangkan negatif ke bodi logam pada pelg.
Catatan: Penggunaan lampu LED lebih direkomendasikan mengingat ia jauh lebih tahan air dan goncangan.
f)       Pastikan semua bagian logam yang kita buat di-seal dari pengaruh basahnya air (karat) dengan menutup semua bagian bodi motor yang terbuka serta melakukan pem-pylox-an/pengecatan.
g)      Untuk menjaga kemungkinan hubung singkat, sebelum mengalirkan listrik dari lampu rem ke bagian ini, berilah sekering seadanya (1A), atau serilah dengan sebuah resistor 10 Ohm 5W dengan konsekuensi Agan menyesuaikan/mengecilkan resistor seri pada LED agar nyalanya maksimal.

Cara beroperasi:
1.      Pada saat lampu rem menyala, motor DC juga akan ”on” dengan torsi tertentu sehingga menekan sikat ke arah ke slip ring.
2.      Karena bodi motor DC yang berupa logam/penghantar mempunyai polaritas positif, maka akan ada aliran arus melalui sikat dan slip ring ke terminal positif lampu LED.
3.      Pada saat motor DC ”off”, sikat akan kehilangan torsi sehngga akan menjauh secara gravitasi dari slip ring dan LED padam.
4.      Mejenglah di alun-alun untuk mempertontonkan kreativitas Agan.








Penerapan Lampu Rem pada Sepeda Engkol 


Sebelum memulai untuk mendesain lampu rem pada sepeda, kita perlu mengamati dengan teliti dan menentukan anternatif terbaik pada daerah as sepeda dimana terdapat ruang/celah kita dapat menempatkan sikat dan cincin geser (brush dan slip ring).

Khusus sepeda saya, setelah melakukan pengamatan, saya memutuskan untuk menempatkan slip ring dan brush pada daerah seperti pada gambar berikut:


Realisasi Pemasangan
Ide awal membuat, sebenarnya saya hanya akan membuat 1 kelompok LED berputar pada pelg roda catu daya sebuah batere 9V. Namun pada perkembangannya, lampu roda belumlah cukup mengingat ia relatif tidak akan terlihat pada posisi persis di belakang sepeda. Bertolak dari ini, saya kemudian menambah 1 kelompok LED lagi yang dipasang pada rangka sepeda menghadap ke belakang, sehingga kemudian perlu sedikit tambahan rangkaian elektronik, khusus untuk mengendalikan nyala LED pada rangka ini.  Diagram lengkap rangkaiannya sebagai berikut:


Bahan Pembuatan:
1.      Lem besi (plastic steel) berupa campuran hitam dan putih.
2.      Klem baja (biasa dipake untuk selang gas),
3.      Batere kotak 9V
4.      Resistor 220 ohm (2x), 1K8, LED (8x), Transistor PNP (sembarang tipe), sedikit kabel.
Cara membuat:
1.      Bongkarlah roda belakang sepeda dan bersihkan dari bekas oli pada bagian yang akan dilem menggunakan bensin.
2.      Solderlah seutas kabel pada klem baja,  aturlan diameter yang sesuai, dan rekatkan dengan lem besi pada daerah sekitar poros roda,
3.      Klem baja ini untuk selanjutnya berfungsi sebagai slip ring yang akan berputar mengikuti putaran roda sepeda, usahakan pemasangannya serapi dan sedetail mungkin pada poros,
4.      Slip ring di atas HARUS terpisah secara elektrik dengan daerah logam dimana ia direkatkan. Untuk memastikan hal ini, kita dapat menggunakan sebuah AVO meter.
5.      Mengingat lem besi yang kita gunakan akan mengering cukup lama, kita perlu mengadakan pengecekan ulang terhadap kepastian terputusnya slip ring dengan logam roda sepeda setelah 1-2 jam.
6.      Setelah kering dan roda kembali dipasang, tempatkan posisi brush (berupa seutas kawat kaku) yang sesuai sedemikian rupa sehingga pada saat kita melakukan pengereman, sistem mekanis rem belakang yang bergerak akan menghubungkan brush tadi ke slip ring yang terhubung pada roda.
7.      Buatlah rangkaian seri 4 buah LED sebanyak 2 buah
8.      Buatlah rangkaian sebagai berikut dan pasanglah pengkabelan yang sesuai.

Keterangan:
1)      D1-D4 adalah lampu rangka, D5-D8 adalah lampu roda dengan salah satu terminal dihubungkan pada ruji sepeda (ground)
2)      Ground dihubungkan ke body sepeda melalui mur logam terdekat
3)      Cara Kerja:
Pada saat melakukan pengereman, dengan desain yang sudah ditentukan, akan terjadi koneksi antara brush pada rangka sepeda dengan slip ring pada roda yang berputar. Hal ini mengakibatkan aliran arus melalui resistor 220 (atas) menuju LED pada roda dan menyebabkan jatuh tegangan pada terminal resistor tersebut yang pada gilirannya dimanfaatkan untuk mengaktifkan transistor PNP untuk menyalakan LED pada rangka sehingga kedua kelompok LED baik pada roda maupun rangka akan menyala bersamaan.