12 Mei 2009

MEMBUAT SENDIRI PEMBERI MAKAN IKAN OTOMATIS





1 Unit Centrifugal Fish Autofeeder


Pendahuluan

Menyusuli postingan sebelumnya, kami telah mengembangkan sebuah DIY Centrifugal Fish Autofeeder dengan regulator yang diharapkan dapat dioperasikan dengan mudah. Terkait dengan penggunaan bahasa inggris, perlu diinformasikan jika postingan tersebut merupakan desain  awal ketika proyek ini diikutkan pada semacam lomba elektronika pada salah satu website internasional. Proyek ini hanya diperuntukkan bagi Anda yang menyukai produk DIY (Do It Yourself). Harga pembuatan terbilang murah dibanding alat auto feeder pabrikan selevel (untuk pelet 5 mm) buatan pabrik. Toh tujuannya sama-sama 'ngasih' makan ikan otomatis, kan? 

Fitur Alat
1.  Lampu LED

Lampu ini mengindikasikan progres waktu digital yang terdiri dari 3 kelompok, yaitu depan, tengah, dan belakang. Lampu depan menyala bergantian dan setelah 1 periode kemudian disusul tengah dan belakang. Jangan khawatir konsumsi daya LED sangat kecil dan kelap-kelip LED cukup menarik juga he he…
a) Detakan LED depan merupakan waktu timer sebenarnya (konstan) dan dapat divariasikan lamanya dengan memutar knob.
b)  Bekerjanya mesin feeder mengeluarkan pelet ditandai dengan menyalanya semua LED paling atas paling atas.
2.  Knob Timer
Berfungsi untuk mengatur lama interval feeder bekerja mengeluarkan pelet. Desain elektronik yang ada memungkinkan pelet keluar selang sekitar 1 jam sampai 12 jam sekali. Sekedar saran bahwa beberapa penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan sedikit dengan interval yang pendek terbukti mempercepat pertumbuhan, karena ikan koi tidak memiliki lambung.
3.  Saklar Manual Feeding (selalu diposisikan atas saat operasi otomatis)
Untuk memberi makan secara manual, yaitu dengan cara menggeser saklar manual feeding ke posisi bawah (Off)
4.  Saklar Test Feeding (selalu diposisikan atas, 110V, saat operasi otomatis)

Untuk menguji jumlah pelet yang keluar, yaitu dengan cara menggeser ke posisi bawah (220V) (tunggulah sampai motor berhenti sendiri) lalu kembalikan ke posisi semula (110V)
Catatan: Untuk dapat melakukan test feeding dengan benar, seyogyanya Anda melakukan reset, yaitu dengan melakukan manual feeding sebentar saja (geser saklar manual feeding ke bawah dan keataskan lagi);
5.  Mesin/Wadah Pelet
Posisi wadah ini tentu saja di atas kolam ikan dan bisa sangat berjauhan dengan alat timer autofeeder itu sendiri, yaitu dengan cara menyambung tambahan kabel. Sebisa mungkin wadah ini diakali agar terhindar dari air dengan memberi selungkupan di sekitar bagian bawah botol. Salah satu contoh wadah pelet 'anti hujan' sebagai berikut:

Cara Pengoperasian Autofeeder
1.   Isilah wadah dengan pelet sampai penuh;
2.  Colokkan steker ke jala-jala PLN 220V, semua kelompok LED (terutama puluhan dan ratusan) kami setting agar mereset/menyala dari urutan paling bawah;
3. Posisikan kedua saklar berada pada posisi atas (Test Feeding '110V' dan Manual Feeding 'On');
4.  Autofeeder sudah siap beroperasi.

   Catatan:
   Versi terakhir yang kami buat, urutan LED menyala mulai dari atas urutan paling atas, yang bermaksud memberi kesan pakan akan 'jatuh'.
Cara Mengatur Lama Timer
Adapun cara sebenarnya untuk menentukan lama interval feeder sebagai berikut:
    Interval Feeder = Detakan LED depan x 1000 (dalam detik)
    Misalkan detakan LED depan selama 4 detik, maka:
    Interval Feeder = 4 x 1000 = 4000 detik
    Nah, karena 1 jam = 3600 detik,  maka:
    Interval Feeder = 4000/3600 jam = 1,1 jam
Jadi sebenarnya, jika kita mau mengatur interval feeder, kita harus mengatur lama detakan LED dengan jalan mengkalibrasikan/memutar knob timer.
Berikut (kalau malas menghitung) akan disertakan interval feeder berhubungan dengan detakan LED. Anda tinggal atur detakan nyala LED depan sesuai tabel ini.

Catatan:
1.     Saat ini demi kemudahan beberapa pengguna, kami memberi alternative penggunaan  knob potensiometer dengan sebuah knob tipe selektor mendekati 6 (enam) interval yaitu 3, 4.5, 6, 7.5, 9, 12 jam. Dengan demikian pengguna yang mungkin kesulitan dalam pengaturan waktu model potensiometer sebagaimana dijelaskan di atas, kali ini dapat dengan mudah memilih satu dari enam interval tersebut. Namun perlu diperhatikan bahwa mengingat 6 interval ini merupakan usaha mendekati nilai potensiometer  dengan menggunakan nilai komponen fixed yang terbatas, maka sedikit  penyimpangan   pasti ada. Jika perlu, gunakan rumus perhitungan waktu di atas untuk mengetahui berapa interval sebenarnya.

   Pembuatan Mekanik
Modifikasi mekanik barangkali Anda ingin coba sendiri di masa yang akan datang, dalam hal ini kami akan memaparkan langkah-langkah pembuatan mekanik Autofeeder menggunakan botol air mineral, bisa Anda coba sendiri (untuk pelet besar)


1.  Siapkan piringan sebesar mata uang Rp. 100,00 (bukan 100 ribu loh) dan motor kecil



2. Lengketkan piringan tadi dengan ring motor sedapat mungkin persis di tengah dan lepaskan bagian elektronik motor agar motor bekerja lebih kuat.




3. Jangan lupa tutup bagian berlobang motor (jika ada) agar nantinya tidak kemasukan remah-remah pelet.




4.  Setelah selesai, lubangilah botol air mineral bekas seperti berikut (semakin besar, semakin banyak pelet yang muntah tentunya) dan paskan piringan motor ke dalam mulut botol tanpa menyentuh botol saat berputar.




5.   Dengan hati-hati, lengketkan keduanya dengan lem bakar sampai fixed.




6. Buatlah lubang yang pantas sesuai selera, semakin besar-semakin banyak pelet keluar, Kalau koinya guede-guede, botol segitu pasti cepat habis. Cobalah modifikasi sendiri agar lebih cocok dengan selera kita.



7.   Berikut Videonya:




8.   Autofeeder in Action:

Modifikasi Wadah
   Jika Anda kurang puas dengan botol air mineral, terdapat alternatif yang salah satunya menggunakan galon air mineral dengan cara sebagai berikut: 
 A)Bagian bawah botol kita potong dan ditempelkan pada mulut galon secara terbalik, namun perlu diperhatikan akan kekuatan motor menahan beban. Sebuah alternatif yang barangkali bisa diterima adalah adanya upaya pengurangan/pembagian beban ke arah piringan motor, yang salah satu caranya dengan menempatkan besi melintang memebus galon sekitar 10-15cm di atas piringan.




 B)  Jika motor masih dirasa kurang kuat, seyogyanya motor diganti dengan motor yang lebih besar torsinya misalnya motor mesin jahit atau motor lain (gunakan relay hanya sebagai saklar).
Catatan:   
Jika minat, Anda dapat melakukan pemesanan Feeder Ikan Otomatis MoroGEDE di https://lukmannet.blogspot.co.id/2013/04/feeder-ikan-otomatis-morogede.html




 


Peralatan yang diperlukan

Demikian semoga bermanfaat.

80 comments:

Agung Risqi PAnji Ananda mengatakan...

om... mantap alatnya, bagi2 ilmunya nanti. tar lagi mo ke jember. minta pengajarannya ya..
he...3x

Agung Risqi PAnji Ananda mengatakan...

om.. mantap idenya. kapan2 ajari dunk caraa buatnya.
he....3x tar lagi q ke jember

Cak Gople mengatakan...

Maksud juragan 150 ribu sudah jadi alat, kita tinggal pake atau cuman rangkaian elktronikanya...? Kalau memang tinggal pakai Ane pesen 1 biji gan. hubungi ane lewat email :
gopleeh@yahoo.co.id

The Tukang mengatakan...

Om,Lubang Output pelet terbuka terus ya? Apa Pelet tidak keluar terus meski motor tidak berputar? Gimana kerjanya si motor mendorong pelet keluar?

Makasih.

Lukman Arif Wijaya mengatakan...

Lubang pelet terbuka terus, namun dengan lubang yang pas/tidak terlalu besar, permukaan pelet yang kasar mencegah keluarnya pelet tanpa kerja motor.
Pelet terlempar secara sentrifugal (melenting).

SMART TO ELECTRON mengatakan...

mas minta rangkaiaannya dong ..
say udh buat tp ko ga bekerja mas? rangkaian mirip kaya yg udah mas posting d blognya. kirim k (badai_lalu88@yahoo.com)
makash mas

Lukman Arif Wijaya mengatakan...

Rangkaiannya kan udah di blog. Ngecek radio, tape, VCD, ato autofeeder seyogyanya mulai dari outputnya. Coba satu persatu per blog rangkaian, ntar keliatan yang error.

SMART TO ELECTRON mengatakan...

ia saya udah ngikutin seperti rangkaian yang da d blog punya mas,trimpotnya sya pke 2M,,trus lw C-VAR 3300 nya tu yg keramik tah mas?
amma relaynya+trimpotnya saya kurang mengerti mas pemasangannya...
mohon bantuaannya mas

Lukman Arif Wijaya mengatakan...

- 2m cukup bagus
- 3300 uF elco, bukan keramik
- relay dan trimpot bisa dibolak-balik
Optimis pasti berhasil.

Anonim mengatakan...

Kok lebih mudah buat mekanisnya timbang elektronik bikin pusing. He he..

Lukman Arif Wijaya mengatakan...

Kl kesulitan buat timernya, saat ini ada timer pasaran merk Heles seharga sekitar 110 ribuan untuk diterapkan ke mekanik autofeeder, sayang ‘On’ nya motor yg jadi kelamaan sampai 1 menit, padahal dibutuhkan waktu cm beberapa detik, sehingga resiko over feeding untuk kolam kecil. Namun tidak ada salahnya diakali :}

akharisyuli mengatakan...

Hebat juga rangkaiannya mas...
Nanti aku tawarkan buat adik saya yang penggemar berat Koi.
Kalau saya penggemar Ikan Koki

Anonim mengatakan...

mas Lukman, saya mau nanya nih, spesifikasi motor mesin jahit dan harga motor mesin jahitnya untuk membuat alat ini ?

Lukman Arif Wijaya mengatakan...

Itu karena ada perubahan resistansi potensiometer 1 mohm. Ganti aja, paling cm 1500 perak.
Barangkali ini disebabkan kelembaban, mknya sebaiknya jgn taruh di luar.

Lukman Arif Wijaya mengatakan...

Setahuku cm motor merk singer, harga 70 rb-an. Cm kelemahannya, ia punya kelembaman yg besar, tdk cpt berhenti berputar saat relay off, tp barangkali jg berguna bagi pemilik kolam besar, tinggal nyesuaikan bolongan peletnya.
Banyak tipe motor di pasaran, tinggal pilih yg sesuai selera.

Anonim mengatakan...

Bisa diganti model digital mas? Jadi setiap jam berapa bisa feeding gt. Tahnks.

Lukman Arif Wijaya mengatakan...

Mungkin analog terlihat agak kuno ya gan? He he… Untuk timer digital mungkin harus dengan microprocessor yang agak rumit dan mahal. Saya tidak eksperimen sampai kesitu, toh output yang dihasilkan tetap berupa pellet dengan rasa sama dengan yang dikeluarkan produk mahal. He he, gitu ya gan.

surya nur erlangga mengatakan...

boleh saya tahu alamat rumahnya bapak? atau nomer hpnya?

Lukman Arif Wijaya mengatakan...

Lihat di propil gan...

iwan wirawan mengatakan...

muantab tenan rekkk

Anonim mengatakan...

alat knob timer autofeedernya itu beli atau buat sendiri? kalo buat sendiri ada schematic rangkaiannya t? dan kalo beli itu di toko elektro ada gak namanya apa? belum pernah liat soalnya

Lukman Arif Wijaya mengatakan...

Lho, alat auto feeder yang dijual udah termasuk knob-nya, tinggal isi pelet langsung bisa dipakai. Masalah agan sendiri mau modif komponennya silakan, namanya aja DIY.

arif mengatakan...

alatnya apa masih dijual?

Lukman Arif Wijaya mengatakan...

Sepanjang blognya aktif, ane masih jual bro.

Produksi Elektronik mengatakan...

mantap
kreatif sekali, hebat...

Freddy mengatakan...

Pagi pak Lukman,

Siipbanget produknya. aku sangat tertarik dengan produknya. kalau mau beli coba satu bisa nggak? dan produknya itu langsung bisa pakai ya?
bisa minta no Hp nya.

Bisa kirim ke emailku : freddy.akzonobel@yahoo.com

Thanks
Freddy Yuniar R

Lukman Arif Wijaya mengatakan...

Trims atas interest-nya. Bisa langsung pake, tinggal nyantolin di atas kolam. Klo mau rubah dikit juga gpp, toh mekaniknya logis kok, he he...

Anonim mengatakan...

pak, boleh minta kontak person? kirim ke email saya anto_kediri83@yahoo.com. trims.

I Komang Suadnyana M. mengatakan...

Pak Lukman,

Saya tertarik dengan alatnya, bisa dibikinkan untuk auto fendernya, berapa kira-kira biaya pembuatannya.

Thanks

Lukman Arif Wijaya mengatakan...

Bisa, total cm 160 ribu kok, ga pake mahal.

Frengki Indra Bayu mengatakan...

mas kalau mau beli dan datang kerumah masnya boleh apa tidak?
mau belajar dan sharing sama mas nya,-
terimakasih

Anonim mengatakan...

kalau saluran keluarnya dibuat empat buah bisa ngga gan?

Anonim mengatakan...

apakah itu bekerja dengan prinsip digetarkan dimulut botol?

Anonim mengatakan...

itu mikrokontroler bukan gan?

Lukman Arif Wijaya mengatakan...

@Frengki: Boleh, silakan
@Kalo 4 buah trafonya diganti yang lebih kuat gan, 2A, dengan tegangan sama.
@Berputar shg mendorong pelet melenting (centrifugal)
@Bukan, IC counter

ika mengatakan...

Saya tertarik dengan artikel anda.tapi saya tidak dapat membuka videonya. mohon bisa ada perbaikannya.
terima kasih

Anonim mengatakan...

lam knal saya hadi anak jember (gebang)

saya mw sering" masalah alat kiranya saya bole mampir k rumanya sampean gk gan?

Lukman Arif Wijaya mengatakan...

@Ika: Udah direvisi Mbak.
@Hadi: Boleh, silakan kapan aja, Taman Gading Estate Kav. GG-03 Jember HP. 087757899640

Anonim mengatakan...

Bagus sekali p lukman alatnya...
pertanyaan saya :
kalo utk dikolam misalnya ngasih makan setiap 6 jam selama 5 detik setiap hari bisa ngak ?

Lukman Arif Wijaya mengatakan...

Yang jelas, timer bisa diset dari sekitar 1 - 12 jam sekali. Sedangkan jika yang agan maksud jumlah pelet keluar, kondisi nyala motor sekitar 3 detik, ini pun sebenarnya bisa diubah2, tapi tidak saya sertakan karena takut ribet ke user, solusi praktis adalah dengan mengatur besar lubang keluar.

joyce mengatakan...

Pak masih dijualkah?kalo peletnya besar2 bisakah?saya di bogor kena ongkir brp?

Lukman Arif Wijaya mengatakan...

Masih jual Agan Joyce, berat pengiriman 1kg untuk bogor sekitar Rp.17.500,00. Besar pelet 5mm, udah cukup besar kan?

Anonim mengatakan...

Malam gan, kalau kirim ke Bontang, Kaltim berapa total Rp. nya?

Salam,

Lukman Arif Wijaya mengatakan...

Saya tanya JNE kalau ke Bontang ongkos perkilo Rp. 22.000,00.

Awwah mengatakan...

selamat sore mas lukman, saya ingin membuat alat ini sendiri, namun menurut penjelasan dari file yang diberikan mas lukman kita harus men-set besarnya kapasitor variable untuk menentukan interval waktu memberimakanannya. saya bingung bagaimana menentukan besar kapasitansi dari kapasitor variable? jika saya ingin memberi makan selama 12jam sekali.
terimakasih..

syarif mengatakan...

alatnya apa masih di jual ms..?

Lukman Arif Wijaya mengatakan...

@Awwah: secara teori bisa dihitung pada referensi cara mengatur waktu secara umum untuk ic555. Namun untuk mempermudah, biasanya langsung memposisikan resistor variable pada hambatan tertentu.
@Syarif: Alatnya masih jual mas, tapi saat ini untuk versi kecil ini saya kesulitan mencari motor tape recorder versi lawas torsi kuat seperti yang tertera pada gambar di atas. Kalo ada di daerah Masbro yang seperti itu, tolong diinfokan ya. Saya rekomendasi versi galon 'Morogede' dengan motor yang superkuat untuk dipakai.

Toni mengatakan...

Ass.Mas Lukman..aq lg nyoba mliara lele pk kolam samping garasi,kcl aja 2,5x3meteran lah ikannya br usia 1blnan cm 300ekor (makanannya kan kcl2 segede wijen gt aja kan), kira2 bs ga kluarnya dkt aja paling 3 sdm, 2x aja sehari...aq dbanjarmasin Mas,pngiriman paket hemat yo Mas hehe

Heri Haryanto mengatakan...

thanks infonya gan.

Bramana Sukma Wirawan mengatakan...

makasih ilmu nya mas lukman..
ijin pakai sebagian ilmunya buat inspirasi ngerjain tugas akhir ya mas.. :D

Dwi Kurniawati mengatakan...

Mau buat power bank pke inputan dari generator kecil AC (dinamo sepeda) . Yg mau ditanyakan adalah , klo dinamo sepeda itu berdasarkan tegangan outputnya ada brpa macam ya ? Kan ada dinamo sepeda 12 Volt . Klo dinamo sepeda 6 Volt ada atau ga , adanya cuma dinamo 12 Vac aj ya ?

Lukman Arif Wijaya mengatakan...

@Toni: Waalaikum Salam, bisa Mas, dengan beberapa kustomisasi mudah di lubang pelet.
@Heri: Sama-sama
@Bramana: Oke silakan dipake Mas.
@Dwi Kurniawati: Udah dibalas di bagian lain

windupms mengatakan...

pak, kalau beli rangkaiannya saja bisa ndak?

donyirawan mengatakan...

Mas Lukman yg canggih..
1. Kalau malam kan ikan pada bobok. Memperhatikan timernya dlm satuan 12 jam, apakah bisa dibuatkan enabler otomatis (mekanik / elektris), misal kl lewat jam 6 sore, maka akan disable & enable kembali bila lewat juga di angka jam 6.
2. Untuk outlet-nya apakah bisa dimodif spy bisa diadjust ssi keutuhan (macam pintu air irigasi yg banyak di Jember sana) :)
Mohon dibantu penjelasannya.. tks

Anonim mengatakan...

mas lukman,
saya mau ngasih info perihal autofeeder yg bisa dikendalikan dari jarak jauh dengan bantuan telepon sehingga kita bisa memberi makan brp kalipun dalam sehari,berikut linknya http://alat-alat-ajaib.blogspot.com/2014/02/fishfeederajaib.html
saya harap mas lukman bisa menyempurnakanya sehingga bisa lebih luas penggunaanya terutama jumlah pelet dalam tabung seperti autofeeder yg mas sudah buat sebelumnya..
saya tunggu update nya yaa mas..
terima kasih

Lukman Arif Wijaya mengatakan...

@Windup: Bisa mas, ini kan DIY, bukan pabrik. Jd bisa pesen yg manapun, pesen botol pun ada, he he.
@feeder ajaib: sy udah liat, bagus idenya. Di blog ini juga ada model lainnya di 'membuat hp menjadi remote control' yg outputnya bisa untuk sembarang tujuan, termasuk feeder.

Noto Aksoro mengatakan...

Mas,,saya ada kolam outdor 10 kolam, pengin dipasang autofeeder, tapi masalahnya kalau hujan bisa ga kalau hujan jangan feeding... sendainya di modif lagi dan saya mampu beli ga apa2 mas, jadi 1 alat bisa ngontrol ke 10 galon..

Anonim mengatakan...

om, lebih detail dong cara buatnya.

Anonim mengatakan...

Wah, keren banget alatx mas. aku tertarik sekali baca postinganx.. hehehe
tp aku masih penasaran ini mas, alatx ini apa boleh distel ngeluarin pelet /6 jam gak?? trus apa bisa alatx dibuat ngeluarin 1 kg pelet?? mohon di balasan ya mas. trims

Doddy Damhudi mengatakan...

saya pesan pemberi pakan ikan otomatis yang selector kirim ke tangerang berapa? hub 081280178878 atau 081298555300 tq

jihan aprilia mengatakan...

Bahan bahan pembuatannya apa aja? Saya binggung dan gak ngerti, soalnya saya ingin membuat karya tulis ilmiah dan penelitian tentang pakan ikan otomatis ini

Anonim mengatakan...

kalo mau pesan alatnya sekarang apa masih bisa mas? itu berapa watt mesinnya?

Abdur Rauuf mengatakan...

gan itu yg kotak hitam bertulis AC ADAPTOR itu apa ya?

OLOAN SIHOMBING mengatakan...

gan bisa gak pemberian pakan ikan dengan ukuran besar untuk kolam ikan, trus bisa gak diatur waktunya pada jam2 tertentu dan akan berhenti ketika ditentukan waktunya, contoh pakan ikan akan diberikan mulai dari jam 10 Pagi sampai jam 3 sore, dengan selang waktu tertentu dan akan berhenti ketika pada jam 4 sore, terima kasih sebelumnya gan...

Siti Karlina mengatakan...

Pak kalau ada pelatihannya saya ikut pak, privat juga gpp. Berbayar juga gpp untuk di pakai di FARM sy nuhun mohon info whatsaap 081222538111

Lukman Arif Wijaya mengatakan...

Hehehe, pelatihannya lewat blog mbak. Tunggu, kl sempat sy ganti timernya dengan mikrokontroller, ya.

Lukman Arif Wijaya mengatakan...

@jihan: alatnya kan udah dijelasin mbak.
@abdur: itu cmn pinjam casing, sy kan gk produksi casing, cm jeroane mas.
@oloan: mending pake timer heles aja mas, itu udah lengkap.
Trims kunjungannya.

hendro suwignyo mengatakan...

Siang pak lukman, saya tertarik, mau beli alatnya ada pak? Cm kesuliatan saya ada di lokasi kolam yang diluar. Kalo bisa saya di WA di 081336917080. Terima kasih

Anonim mengatakan...

Assalamu'alaikum mas lukman,

saya tertarik membeli alat pemberi pakan bapak.

Jika mas lukman berkenan saya bisa dihubungi di email: joni.jonski@gmail.com.

Terima kasih

Rama Adi Prakasa mengatakan...

mas boleh minta contactnya ? soalnya tugas akhir saya mirip sm proyek masnya.

terima kasih

Lukman Arif Wijaya mengatakan...

Boleh, pake WA saja 087757899640

ardi nata mengatakan...

aslm pakuntuk pelontar pakan nyampe berapa meter pak

ardi nata mengatakan...

pak lukman saya sangat tertarik dengan mesin pakan otomatis jenengan boleh rikues gak,bisa gak dibuatin sensor pakan,jika ikan lele lapar alat akan menditeksi secara otomatis sehingga pakan langsung keluar, kira habis berapa kalau pakai sensor otomatis

Lukman Arif Wijaya, S. T. mengatakan...

Hahaha, ada2 aja mas ardi ini. Kl lele lapar terus mas. Pake timer aja mas.

ardi nata mengatakan...

bisa di set untuk pemberian 4x sampai 5 kali untuk 24 jam, untuk jumlah pelet persekali pemberian bisa diatur 5 ons,2 ons, klau bisa cara mengatur jumlah pelet keluar bagaimana perhitungannya mas,pakai timer, dan wadah galon atau tong bisa kan mas habis berapa, kolam diameter 3 meter bundar, teknologi bioflok mohon pencerahanya mas

Lukman Arif Wijaya, S. T. mengatakan...

Kl diset pengaturan bisa mas. Ini tdk sampe proses biologi atau kimia, cm ngeluarin pelet kok.

fiota herwanda mengatakan...

pak klo yg di keluarin dalam bentuk tepung gitu bisa gak? dan bisa di set yang keluar itu sekian gram gak? soalnya saya mau buat alat pembuat pakan ikan tapi bentuknya pasta, jadi bahan dasarnya berupa tepung. terimakasih

Lukman Arif Wijaya, S. T. mengatakan...

Untuk tujuan itu, idealnya sistem kerja dan mekanisnya harus dirubah dek, pake mikrokontroller dan servo. Kl ada waktu sy coba mikir juga yang tidak terlalu sulit, pake barang pasaran/bekas yang pas. Karena tujuan awal pembuatan postingan ini agar bisa dibuat sendiri kan? So, stay tuned, hehehe

Deddy Prasetyo mengatakan...

Pak lukman kl pesan kotak hitamautofeeder ampe berapa ya pak?makasih

Lukman Arif Wijaya, S. T. mengatakan...

215 aja mas

Posting Komentar