17 Agustus 2016

Pintu Gerbang Otomatis Universal MOROBUKA 2in1


   


Mengapa Menggunakan Gerbang Otomatis (Autogate)?
Bayangkan kondisi seperti ini:
1.   Anda pulang kerja, capek, dan begitu mobil sampai di depan rumah, ternyata pintu pagar terkunci dari dalam dan kebetulan orang dalam rumah tertidur dan sulit dibangunin. :)
2.  Anda sudah tiba di depan rumah dan tinggal membuka pagar dengan kunci yang saat itu Anda pegang. Namun apa daya, Anda sulit melakukannya karena saat itu hujan deras sekali. :). Walaupun Anda mempunyai payung di dalam mobil, pasti sepatu jadi basah-basahan deh. Apalagi tidak bawa payung? :)
3.  Saking seringnya pagar dibuka-tutup sampai Anda merasa capek atau kelupaan menutupnya kembali, apalagi posisi pintu pagar agak jauh,  hujan lagi. Pffff...
4.  Anda memiliki orang usia lanjut di rumah atau seseorang yang lemah fisik yang tidak mungkin setiap saat melakukan buka-tutup pagar. 

Contoh Instalasi Sensor (Sementara) 


         Postingan kali ini ditujukan untuk para peminat MOROBUKA 2in1 yang merupakan versi terupdate kontroller pintu gerbang otomatis (autogate controller), dengan harapan akan mempermudah cara instalasi berikut manual penggunaannya sehari-hari. Postingan ini sangat bermanfaat untuk lebih memahami kinerja detil dari sebuah pintu gerbang otomatis yang saat ini marak digunakan sebagai gaya hidup lingkungan para elite. 

         Sebagaimana diketahui, sebelumnya kami telah memproduksi kontroller mesin buka-tutup pintu gerbang menggunakan remote mobil dengan nama Morobuka. Kali ini kami kembali mengeluarkan versi yang disempurnakan dari kontroller tersebut dengan nama Morobuka 2in1. Kontroller autogate ini didesain dengan fitur selengkap mungkin daripada autogate pabrikan yang pernah ada. Jika masih ada kinerja yang masih kurang, tolong saya diinformasikan dan dikritik dengan harapan kinerja alat ini masih bisa disempurnakan lebih lanjut.


         Beberapa bagian penjelasan pada postingan memang dibuat agak detil sebagai panduan sehingga Anda memahami kontroller autogate DIY yang Anda instalasikan, baik untuk penggerak pintu gerbang geser maupun penggerak daun pintu kayu konvensional di rumah. Bagi Anda yang masih awam tidak perlu khawatir, setelah mendapat penjelasan detil pada postingan ini, optimis dapat melakukan instalasinya sendiri.


CARA MELAKUKAN INSTALASI (Download Manual)
 1.     Bukalah paketan Morobuka 2in1, di dalamnya terdiri dari:

a)    Sebuah driver mesin gerbang otomatis,

b)   2 buah sensor PIR (sudah dimodifikasi NOT, tinggal nyambung) beserta adapter akriliknya,

c)   2 buah sensor inframerah beserta akrilik untuk halangan sensor batas buka/tutup,

d)    2 buah remote control gantungan kunci 4 channel,
e) Sebuah soket 6 pin untuk Port Input,

f)  Asesoris lain (kabel pita 4, dll) selama persediaan masih ada.



         
Paketan di atas sudah dalam keadaan disolder, sehingga Anda tinggal memperpanjang/mengganti  kabel yang ada sesuai dengan kebutuhan. Enak kaan...



2.    Solderlah sensor-sensor pada soket input dengan kabel sesuai panjang yang dibutuhkan untuk instalasi, sebagai berikut:








  • Cara Instalasi Sensor Batas Buka/Tutup Penuh pada Gerbang
a)    Sensor paling efektif akan kita hadapkan ke arah bawah karena relatif bebas dari distorsi cahaya matahari.
b)   Carilah lokasi pada gerbang yang lurus, mulus, tanpa halangan, dan cukup tersembunyi.
c)    Tempatkanlah sensor infrared pada bagian yang diam dan lembar pemantul akrilik pada bagian yang bergerak (gerbang).
d)   Tempatkan sementara sensor batas buka penuh pada saat gerbang pada posisi buka penuh (atau sesuai selera) dan sensor batas tutup penuh pada saat gerbang pada posisi tutup penuh (atau sesuai selera).
e)   Aturlah potensiometer (jika perlu) agar ia hanya aktif saat berpapasan dengan lembar akrilik pada gerbang.
f)    Ketika semua sudah oke, buatlah semuanya permanen (dilem, ditanam, dan dilindungi dari air).
(Informasi lebih rinci, silakan lihat ke bawah)

  • Cara Instalasi Sensor Luar dan Dalam pada Tembok


a) Secara default, Morobuka 2in1 memang menggunakan sensor PIR, namun sensor lain dapat menggantikan, misalnya sensor microwave, sensor laser IR untuk autogate,  sensor ultrasonik, sensor pintu kaca, atau yang lain sesuai selera dan posisi gerbang. Silakan melakukan survey di google terlebih dahulu mengenai keunggulan dan kekurangan sensor-sensor tersebut serta cara penyambungannya.
     
   Catatan:

    Jangan lupa, sensor PIR itu sendiri secara umum terkenal memiliki kekurangan ‘false trigger’ dalam hal terkadang terlalu sensitif memberikan respon, misalnya terhadap adanya kucing lewat atau angin hangat pada siang hari. Namun demikian, sensor ini secara umum dinilai cukup baik untuk menjadi sensor default Morobuka 2in1.

 
b)   Aturlah trimpot pengaturan timer pada posisi minimal (kiri) agar respon buka/tutup tidak terlalu lama dan trimpot sensitifitas sesuai selera.
c)   Tempatkan sensor luar menghadap ke arah luar dan sensor dalam ke arah dalam dengan irisan wilayah pada tengah gerbang, maksudnya ketika ada seseorang di tengah gerbang, kedua sensor baik sensor dalam maupun luar dapat aktif. Gunakan korek api untuk memanaskan adapter akrilik dan mengarahkan sensor PIR sesuai keinginan kita.
d)  Penempatan sensor luar juga perlu memperhitungkan daerah jangkauan tertentu karena ia juga berfungsi sebagai sensor tamu dan sensor maling sebagai tambahan fitur Morobuka 2in1. Lakukan uji coba beberapa kali.
e)  Apabila jangkauan sensor PIR luar/dalam terlalu luas, sebagian selubung plastik sensor dapat dibalut dengan isolasi hitam untuk mempersempitnya.
f)  Ketika semua sudah oke, buatlah semuanya permanen (dilem, ditanam, dan dilindungi dari air).
g)  Sensor PIR luar dan/atau dalam bisa dinonaktikan dengan menutup sensor PIR. Dalam hal sensor ini tidak dikendaki untuk dipasang, Anda harus menambahkan resistor PULLUP 10 KOhm pada terminal output.

(Informasi lebih rinci, silakan lihat ke bawah)
 

3.    Setelah yakin sambungan sudah benar, hubungkan soket dengan Port Input (sensor) pada bagian belakang casing Morobuka 2in1.

4.    Colokkan steker ke jala-jala PLN 220V dan nyalakan driver dan tunggulah sekitar 1 menit untuk memastikan sensor PIR sudah siap beroperasi.
5.    Ujilah sambungan masing-masing sensor dengan cara mendekatkan tangan, maka akan terdengar bunyi buzzer tit.. tit.. putus-putus.

Catatan:

Apabila terdengar bunyi tit terus-menerus berarti 2 atau lebih sensor aktif bersamaan.

6.    Kalau sudah oke, cobalah tombol A, B, C, dan D pada remote control sebagaimana fungsinya, maka akan terdengar bunyi kontaktor relay dari dalam casing.

7.    Cabut steker PLN dan sambungkan 4 kabel output untuk motor AC 1 fasa max 2 PK yang sebelumnya sudah dipasang sebagai penggerak mekanis gerbang dan sudah diuji coba secara manual, tempatkan posisi gearbox di tengah gerbang untuk mengantisipasi gerakan gerbang apabila salah arah, setelahnya sesuaikan. Apabila daya motor lebih 2 PK maka mungkin diperlukan penyesuaian jenis relay dan/atau kabel (saya sendiri belum coba).

8.   Apabila semua sudah oke, lakukan penyolderan agar sambungan lebih fixed untuk mencegah longgarnya sambungan dalam jangka panjang. Tanam, rapikan, dan lindungi dari air pada setiap bagian sambungan dan komponen.
9. Pada saat pengujian pertama gerbang, jika perlu tutuplah sementara PIR sensor dengan kaos kaki atau kertas, agar Anda lebih mengetahui kinerjanya.






  • CARA KERJA MOROBUKA 2in1
A.   Mode Remote Control  
1.     Ketika gerbang tutup penuh (sensor tutup penuh aktif), pencetlah tombol buka (B) pada remote control, maka gerbang akan bergerak membuka. Ketika gerakan sedang membuka ini diinterupsi:
a)    Pencet Tombol Tutup (A): gerbang langsung berhenti sejenak dan kemudian berbalik ke gerakan menutup.
b)   Pencet Tombol Buka (B): gerbang tetap membuka (tidak ngefek).
c)    Pencet Tombol Stop (D): gerbang langsung berhenti.
d)   Pencet Tombol Mode Auto (C): gerbang berada pada mode otomatis.

Tambahan:
  • Gerakan membuka akan berhenti dengan sendirinya saat gerbang sudah buka penuh (sensor buka penuh aktif) sekaligus secara otomatis akan mengaktifkan fitur pencet bel pintu yang akan membunyikan bel saat ada orang melintasi gerbang (Pencet Stop untuk menonaktifkan).
2.    Ketika gerbang buka penuh (sensor buka penuh aktif), pencetlah tombol Tutup (A) pada remote control, maka gerbang akan bergerak menutup. Ketika gerakan sedang menutup ini diinterupsi:
a)    Pencet Tombol Tutup (B): gerbang langsung berhenti sejenak dan kemudian berbalik ke gerakan membuka.
b)   Pencet Tombol Buka (A): gerbang tetap menutup (tidak ngefek).
c)    Pencet Tombol Stop (D): gerbang langsung berhenti.
d)   Pencet Tombol Mode Auto (C): gerbang berada pada mode otomatis.
e)   Salah satu sensor (luar dan/atau dalam) aktif, maksudnya ada orang masih mau lewat/kejepit, gerbang akan otomatis membuka kembali sampai sensor tidak mendeteksi halangan lagi, dan ia akan menutup kembali. (fitur keamanan)
Catatan:
Gerakan menutup akan berhenti dengan sendirinya saat gerbang sudah tutup penuh (sensor tutup penuh aktif) sekaligus secara otomatis ia akan mengaktifkan fitur pencet alarm maling yang akan membunyikan buzzer saat ada orang terdeteksi di depan gerbang (Pencet tombol Stop untuk menonaktifkan).

B.    Mode Auto
Pada saat Tombol C ditekan, maka Morobuka 2in1 berada pada Mode Otomatis yang akan selalu mengkondisikan gerbang selalu tertutup penuh. Ia akan membuka dengan sendirinya hanya ketika sensor luar dan/atau dalam mendeteksi sesorang (akan lewat gerbang). Jika deteksi berlangsung lama, gerbang akan terus membuka sampai penuh dan berhenti, namun jika deteksi sebentar saja, gerbang akan membuka sedikit saja dan kemudian menutup kembali.  Keren bro...

  LEBIH DETIL TENTANG MOROBUKA 2in1

1.     Morobuka 2in1 menggunakan remote control 4 channel (A, B, C, dan D) universal dengan 2 mode kerja, yaitu:
A.Mode Remote Control
Dalam mode ini driver mengendalikan motor dengan kinerja mirip dengan mesin pagar pabrikan, antara lain:
a)    Menutup (tombol A), berhenti dengan sendirinya setelah mencapai saklar batas tutup penuh,
b)   Membuka (tombol B), berhenti dengan sendirinya setelah mencapai saklar batas buka penuh
c)    Menghentikan gerakan (tombol D), berhenti dimana saja pada saat pagar membuka/menutup.
d)   Fitur keamanan berupa membuka kembali gerbang jika pada saat gerakan sedang menutup ternyata sensor masih mendeteksi sesuatu/seseorang mau lewat. Setelah halangan hilang gerbang kemudian menutup penuh sebagaimana biasa. 

B. Mode Auto
Dengan menekan tombol C pada remote control, pagar Anda akan berada dalam Mode Auto yang mana driver akan mengendalikan motor secara otomatis berdasarkan pembacaan 2 sensor  (luar dan/atau dalam). Dengan demikian, pagar akan dengan sendirinya membuka/menutup sesuai dengan deteksi sensor seseorang/sesuatu yang akan melewati pagar. Keren kan? 

Namun demikian, fitur ini perlu pengawasan karena senang dibuat bahan permainan oleh anak–anak. Sebagai tanda peringatan buat Anda ketika menggunakan mode ini, driver didesain mengeluarkan suara alarm (putus-putus). Selain itu, untuk meminimalkan risiko tabrakan, jangan lalai untuk melakukan pengarahan deteksi sensor PIR luar dan dalam sedemikian rupa agar dapat melingkupi daerah tengah gerbang, karena sensor merupakan ‘mata’ yang mengendalikan mekanis pagar kemana ia harus bergerak atau berhenti.
 Remote Control Gantungan Kunci
(Pemancar)


2.  Mengingat MOROBUKA 2in1 berupa driver penggerak motor induksi untuk gerbang atau mekanis lainnya, sehingga sedikit banyak diperlukan campur tangan Anda guna melengkapi sisi mekanis pelengkap driver ini. Pada postingan mesin buka/tutup pintu gerbang di blog ini juga telah dijelaskan secara detil contoh bagaimana membuat sisi mekanisnya dan tentunya bisa Anda kembangkan sendiri sesuai dengan keahlian dan bentuk/posisi pagar/gerbang/garasi yang menurut Anda lebih baik.


3.  Pada prinsipnya rangkaian driver Morobuka 2in1 bermuara untuk mengendalikan 2 buah relay, yaitu sebuah relay untuk saklar ON/OFF mesin (dengan putaran tertentu) dan sebuah relay lainnya berfungsi untuk membalik putaran motor tersebut. Untuk mengendalikan kedua relay tersebut, diperlukan kerja sama yang simultan antara keempat sensor dan receiver remote control.
  •     Untuk sambungan ke motor, hubungkan 2 pasang terminal motor AC, yaitu pasangan U1 dan U2 untuk belitan utama, dan pasangan V2 dan W1 untuk belitan bantu (saya tidak tahu kok namanya V2 dan W1). Kedua pasangan ini prinsipnya sama-sama dihubungkan ke jala2 PLN 220V, cuman untuk pasangan V2 dan W1 pemasangannya harus dibalik agar putaran juga terbalik.
  •   Tidak perlu bingung, pasangan terminal U1 dan U2 bisa terbalik pemasangannya, demikian pula dengan pasangan terminal V2 dan W1, yang penting sepasang-sepasang. Kalau toh pada aplikasi ke gerbang nanti putaran terbalik, tinggal balik salah satunya.

    •     Pada driver MOROBUKA 2in1, sudah jelas warna kabelnya. Satu warna kabel pasangan untuk pasangan U1 dan U2, sedangkan warna lain untuk pasangan V2 dan W1. Berikut wiring (pengkabelannya):
 
  


 
  

Silakan dimodifikasi sendiri sambungan relaynya untuk motor pompa air DAB




4.  Pencetan remote yang ngawur dan bolak-balik cepat
  •     Didesain tidak akan merusak MOROBUKA 2in1 dan/atau motor AC karena ia telah dilengkapi fitur delay sebagai pengaman kelembaman putaran motor terbalik, yang berpotensi menimbulkan lonjakan arus transien jangkar motor (reaksi jangkar). 
  •      Tidak menimbulkan efek "akumulasi delay" yang dapat menghambat kinerja gerbang otomatis.

5.    Tambahan fitur Alarm Maling dan pencet bel rumah
a)     Fitur alarm maling dapat diaktifkan atau otomatis aktif ketika gerbang dalam keadaan tertutup dan tombol A (tutup) sedang ‘ON’. Sensor luar PIR bertugas mendeteksi kehadiran tamu tidak diundang yang mencoba mendekati gerbang, dan mengeluarkan bunyi alarm buzzer terus-menerus. Untuk menonaktifkan, tekan tombol D (STOP).
b)     Fitur Pencet Bel dapat diaktifkan atau otomatis aktif ketika gerbang dalam keadaan terbuka dan tombol B (BUKA) sedang ‘ON’. Sensor luar PIR bertugas mendeteksi kehadiran seseorang yang masuk pada gerbang yang terbuka dan menyalakan bel rumah. Dengan demikian diperlukan sambungan paralel yang dihubungkan ke saklar pencet (push on) bel rumah Anda. Namun demikian, jika rumah Anda tidak mempunyai bel, Anda dapat mengabaikan fitur ini. Untuk menonaktifkan, tekan tombol D (STOP).
      Berikut wiring internalnya:
6.  Sensor Batas Buka/Tutup Penuh
Sensor ini terdiri dari LED yang bertugas untuk memancarkan cahaya inframerah dan Photosensor yang bertugas menerima pantulan cahya dari LED tadi. Dengan demikian seharusnya hanya cahaya dari LED yang diterima oleh photosensor. Namun demikian, mengingat cahaya matahari waktu siang juga memancarkan cahaya inframerah, ternyata ia dapat juga mendistorsi photosensor  sehingga ia akan aktif tanpa harus ada pantulan cahaya dari LED. Untuk menghindari ini saya melindungi kedua LED dengan isolasi hitam dan pada saat penempatan ke pintu gerbang sangat direkomendasikan menghadap ke bawah (untuk menghindari sinar matahari). Posisikan halangan sedekat mungkin dengan LED pemancar agar sensor bekerja maksimal.



  7.    Sensor Luar dan Dalam Menggunakan Modul Sensor PIR
Kedua sensor ini bertugas mendeteksi seseorang dari luar maupun dalam dengan tujuan  untuk memberi kesempatan orang melewati pintu gerbang. Agar lebih maksimal penggunaan kedua sensor ini, sebaiknya keduanya dapat aktif ketika seseorang berada di tengah gerbang (dekat posisi tutup). Ingat, gerbang  mempunyai kekuatan torsi yang besar yang berpotensi cedera. Karena itu tempatkan sensor ini ke arah yang tepat serta hindari anak kecil bermain main dengan remote control tanpa pengawasan.
Catatan:
  • Sensor Luar dan Dalam (default: sensor PIR) bisa digunakan dua-duanya, salah satu, atau bahkan tidak digunakan sama sekali (ditutup isolasi hitam), namun tentu fitur buka otomatis dan Mode Otomatis tidak bisa Anda gunakan. Fitur seolah kembali ke versi Morobuka versi 1.
  • Sensor PIR dapat diganti dengan sensor jenis lain, misalnya sensor ultrasonik, cahaya laser, microwave, dll. Yang penting penuhi kebutuhan input morobuka berupa sinyal LOW ketika mendeteksi sesuatu dan/atau seseorang. Silakan dimodifikasi jika perlu. Hati-hati jangan sampai konslet.


Rangkaian Pembalik Logika Tr C828
(bisa dibuat sendiri) 





Contoh Penggunaan Sensor Jenis Lain (Alternatif)


Sensor Luar dan/atau  Dalam Bisa Ditutup atau tidak Difungsikan

  8.  Solusi permasalahan mekanis DIY
Solusi ini ditujukan bagi Anda yang menghendaki gerbang bisa dibuka-tutup baik secara manual maupun elektronis. Ketika mekanis dibuat oleh pabrikan, hal ini tidak masalah karena mereka telah mendesain agar bisa buka-tutup manual, biasanya menggunakan kunci. Namun demikian, mengingat prioritas proyek kita adalah DIY, perlu sedikit pemikiran bagaimana agar elektronis dan manual dapat diterapkan dalam desain DIY.
           Kami memiliki sebuah CONTOH desain mekanis MOROBUKA yang bisa dibuat sebagai berikut:
Contor desain Rack Gear dan Gear Pinion yang bisa dibongkar-pasang

Contoh Desain Mekanis Buka-Tutup Daun Pintu Otomatis


8. Menekan Harga Pembuatan Mekanis

Terkait dengan desain mekanis, ada beberapa cara yang dapat Anda untuk melengkapi dengan mekanis gerbang:

1.     Membuat sendiri dengan bahan-bahan yang murah dan mudah diperoleh di pasaran.

Salah satu contoh pembuatan yang barangkali Anda minat, bisa dilihat di halaman lain pada blog ini terkait dengan pembuatan mesin buka-tutup pintu gerbang. Kehalusan hasil tergantung dari kecakapan pada saat pengelasan. Silakan dimodifikasi sendiri sesuai selera.

2.  Membuat dengan bahan-bahan jadi yang sudah ada di pasaran berupa gear rack dan gear pinion yang dirakit sendiri.

3.  Membeli mekanis yang sudah jadi atau memanfaatkan mekanis yang controllernya sudah rusak.
 
  •  Penjualan Driver MOROBUKA 2in1
Perlu diinformasikan sebelumnya jika kami hanya menjual driver mesin buka-tutup pintu gerbang, sedangkan sisi mekanis sebagai penggerak pagar harus Anda sediakan sendiri atau menggunakan jasa tukang las lokal. Contoh pembuatan mekanis mesin buka-tutup pintu gerbang sudah kami sediakan pada bagian lain di blog ini. 

Video uji coba di atas hanya contoh penerapan mekanis DIY (rasio kecepatan gearbox 1:60 dengan kecepatan motor 1410 rpm) dan penempatan sensor yang mudah dilihat. Pada prakteknya Anda dapat mengubah rasio gearbox agar gerakan pagar lebih cepat (rasio rekomendasi 1:40), sedangkan penempatan  sensor buka/tutup penuh dan pengkabelannya sebisa mungkin tersembunyi agar estetika tetap terjaga.
        
Terkait dengan biaya pembuatan driver tersebut, kami hanya minta ongkos produksi Rp.749.000,00 (lain ongkir). Silakan hubungi kami untuk pembelian atau hanya sekedar bertanya saja lewat WA 087757899640 (bukan SMS). BTW, kami juga berjualan di https://www.bukalapak.com/u/lukmannet

Kesepakatan Pembelian:


1.  Sebelum Anda memutuskan untuk membeli produk kami, ada baiknya Anda melakukan googling terlebih dahulu untuk mencari kontroller autogate yang lebih murah dari Morobuka 2in1.

2.  Sebelum kami kirim kepada pembeli, controller/driver sudah kami test dengan sparepart menggunakan bahan yang mudah diperoleh secara online (Bukalapak atau Tokopedia),

3.   Terkait hal di atas, kami bisa memperbaiki kerusakan yang terjadi ketika alat telah Anda gunakan dengan biaya dari Anda, tetapi terus terang kami tidak menyediakan garansi alat, karena ketika kami melakukan pembelian sparepart online, kami juga tidak pernah menuntut garansi kepada penjualnya.


Possibbly Asked Question (PAQ)
1.   Berapa daya maksimal Morobuka 2in1 mengendalikan motor AC?
    Kekuatan kendali Morobuka 2in1 atas motor secara default menggunakan relay Omron 7A, setara 1400 watt (2 PK). Penggunaan motor lebih dari 2 PK (tidak terbatas) dapat mudah dilakukan hanya dengan mengganti relay dengan kemampuan arus lebih besar dan dengan diameter kabel yang relatif besar (mengurangi hambatan). 

2. Mengapa Morobuka 2in1 lebih memilih motor AC sebagai penggerak?
    Karena motor AC lebih mudah diperoleh di pasaran dengan harga relatif murah dengan model dan daya yang bervariasi, sehingga cocok untuk model rumah/pagar yang pastinya juga bervariasi.

3. Saya hanya ingin buka tutup pagar pakai remote tanpa otomatis-otomatisan, bisakah Morobuka 2in1 melakukannya?
    Bisa, kalau Anda ingin melakukannya sementara, cukup tutup PIR sensor dengan kain atau isolasi. Jika Anda ingin meniadakan fitur otomatis seterusnya, solder/hubungkan kedua pin sensor luar dan dalam dengan resistor 10K ke pin +5V (cara sudah dijelaskan di atas).

4. Bisakah controller Morobuka 2in1 digunakan untuk mekanis autogate tipe swing? 

    Tentu Bisa. Penggunaan tipe geser atau swing adalah hanya masalah pilihan mekanis (penggerak).  Penempatan sensor tetap bisa dilakukan sebagaimana biasa. Bahkan kontroller motor induksi ini bisa lebih luas digunakan misalnya untuk mobil-mobilan, lifter barang berat, dan lain-lain.

5. Bisakah controller Morobuka 2in1 menggunakan smartphone Android untuk remote controlnya? 

    Tentu Bisa. Komunikasikan dengan kami fitur bagaimana yang diinginkan apakah menggunakan wifi lokal (ip address) atau IoT (thingspeak).

Autogate controller, pintu gerbang otomatis, diy gate opener, arduino autogate, pintu gerbang remote control, sensor autogate, how autogate diy work, cara kerja pintu gerbang otomatis menggunakan arduino, mekanis pintu rumah, buka tutup pintu otomatis

 

Pada hari kamis tanggal 20 Juni 2019 terlihat tim kejaksaan melakukan Operasi Tangkap Tangan di Unit Layanan Pengadaan (ULP) Jember namun kami tidak tahu terkait apa. So, stay tuned.