25 Juni 2011

Terapi Panas: Cara Lain Mengobati Kanker Kulit



Pada postingan kali ini saya hanya ingin sharing sedikit dan barangkali ada manfaatnya bagi sebagian orang, yaitu untuk membasmi tumor/kanker kulit dengan cara murah meriah berdasarkan pengalaman saya. Istilah kanker saya gunakan karena teringat akan definisi kanker yaitu pertumbuhan sel "lain" yang tidak terkendali dan disebabkan virus, cocok dengan yang saya alami, walaupun mungkin yang jinak. Namun saya tidak maksudkan ini dapat mengobati semua jenis kanker kulit (skin cancer). Carilah dokter yang kompeten jika Anda ragu.
Sebenarnya dalam istilah kedokteran ini mempunyai nama keren hyperthermia alias terapi panas yang konon berasal dari Jerman. Penanganan ini seyogyanya dilakukan sejak dini ada deteksi benjolan kulit. Untuk jenis kanker yang lain saya tidak merekomendasi, namun perlu diketahui bahwa  “Heat Therapy” merupakan salah satu cara efektif yang dianjurkan dokter Jerman untuk membasmi kanker secara umum (carilah sendiri di Google).
Berawal dari beberapa waktu yang lalu dalam waktu berdekatan saya menjumpai dua orang yang pada wajahnya ada benjolan besar yang mana saya beranggapan itu adalah tumor/kanker kulit (asumsi pribadi) yang mulanya kecil seperti jerawat menjadi terus membesar sampai kemudian harus dioperasi. Kasihan orang itu. Seandainya dia mengetahui heat therapy sejak awal, barangkali mereka tidak akan memiliki benjolan sedemikian besar. Namun saya sendiri tidak berani merekomendasikan ke orang itu karena saking besarnya benjolan. Namun merasa bersalah juga sih, semoga orang tadi menjadi sembuh.
Baiklah kita mulai pengalamanku. Selama hidup, paling sedikit saya mengalami 3 kali yang namanya virus tak terkendali ini pada kulit ini, mulai dari caplak (termasuk tumor jinak barangkali) pada tangan, benjolan kecil hitam pada betis, dan terakhir benjolah coklat pada punggung tangan yang mana ketiga-tiganya lumayan nyeri saat ditekan.
1)      Caplak/Kutil
Tanpa berusaha untuk mencari referensi, saya beranggapan ini adalah sejenis kanker jinak yang biasanya terjadi pada jari tangan. Saya mengetahui bahwa ada informasi beberapa obat/ramuan yang mampu mengobati ini, namun tidak ada salahnya kalau kita coba terapi panas yang pernah saya coba sendiri dan alhamdulillah manjur. Saya membakar sedikit kulit ujung jemari saya yang mulai ada tanda-tanda akar caplak (warna hitam) muncul ke permukaan kulit menggunakan api dari korek gas sampai betul-betul kepanasan. Berdasar pengalaman, kalau panasnya tanggung, caplak akan tetap muncul di tempat yang sama karena akarnya masih hidup. Biasanya, selang kira-kira 3 hari setelah saya panaskan, akar caplak akan kelihatan mati dengan ditandai dengan akar caplak yang merah tua sedangkan permukaan kulit menjadi kering sehingga kita bias mengupasnya. Hal ini terus saya lakukan pada jari-jari yang lain, karena biasanya caplak yang menjengkelkan ini akan terus bermunculan di jari-jari yang lain. Akhirnya karena bosen terus dibakar, si caplak tidak pernah muncul lagi. Kapok koen J dan saya sembuh.
2)      Benjolan hitam pada betis
Mulanya hanya benjolan kecil sebesar tahi lalat yang terasa nyeri saat disentuh yang semakin lama semakin besar dan bertambah nyeri. Saat itu saya kebetulan tidak pake acara bakar-membakar, melainkan menggunakan obat yang saya beli di emperan loakan namanya minyak kukang (tarsius). Jadi, si benjolan tadi saya lumuri dengan minyak kukang. Efek dari minyak kukang memang dahsyat merusak baik pada benjolan tadi maupun kulit sekelilingnya, gak papalah, sehingga selang berapa hari benjolan tadi melarut bersama kulit sekelilingnya menjadi semacam borok kecil. Nah, saat mdnjadi borok itulah sebenarnya si benjolan kurangamir tadi juga mati, sehingga kita tinggal mengobati luka sebagaimana mengobati luka biasa. Habislah benjolan tadi bersama keringnya luka, Alhamdulillah. Namun kalau saya saat itu kepikiran heat therapy, insya Allah menggunakan terapi panas juga manjur.
3)      Benjolan kecil pada punggung tangan
Kejadian ini yang terakhir. Mulanya betul seperti benjolan kecil yang saya pikir akan hilang dengan sendirinya, namun ternyata tidak bisa hilang dan bahkan terus membesar dan terasa nyeri. Teringat pengalaman saat terapi panas caplak lebih sepuluh tahun sebelumnya, saya memberi pelajaran si benjolan tadi tidak dengan korek, melainkan ujung solder yang agak panas. Caranya dengan menempelkan ujung solder yang belum dicolokkan ke atas benjolan tadi. Setelah nempel, baru saya colokkan. Ujung solder perlahan menjadi panas dan puanas. Saya tahan semampu saya. Toh, saya beranggapan sama sekali tidak akan menimbulkan luka bakar serius dan walau saya kepanasan namun si benjolan akan koit. Besoknya, timbul gelembung air di sekeliling benjolan tadi sebagaimana kalau kita terkena seterika/knalpot. Besoknya lagi baru aku tusuk itu cairan dan tak lepas benjolan yang menjengkelkan tadi. Ada sedikit darah dan saya mengobatinya dengan bioplasenton di apotik. Besoknya lagi, kering deh. Alhamdulillah.
Nah, dari ketiga pengalaman di atas, yang poaling enak menurut saya adalah nomor 3 karena sangat praktis, berbeda halnya dengan pembedahan dokter yang butuh duit, waktu, dan tenaga yang tidak sedikit tentunya. Tolong infokan kepada orang-orang tercinta di sekeliling Anda, semoga postingan ini ada manfaatnya dan menambah amal bagi kita, amiien…