17 Agustus 2016

Pengusir Tikus Pamungkas dengan Tegangan Tinggi

Berawal dari jengkelnya ane melihat tikus seliweran seenaknya di rumah gw tanpa permisi, belum lagi kotorannya yang menjijikkan dan bikin najis. Berbagai macam cara sudah dilakukan, mulai dari pentungan, racun, ultrasonik, sampai lem. Tentu masing-masing ada kelebihan dan kekurangannya dan tidak perlu disebutin di sini. Kalau Agan tipe penyayang binatang, postingan ini buat pengetahuan aja, karena saya sendiri takut dosa loh Gan...
Sharing kali ini adalah tentang salah satu cara dan barangkali pamungkas untuk mengusir tikus yaitu menggunakan kejut listrik tegangan tinggi dari mainan Stun Gun yang saat ini mudah diperoleh di pasaran atau coil sepeda motor. Kalau si tikus masih belum kapok, ane speechless deh,  nyerah. Permasalahannya, bagaimana cara untuk mengaktifkan alat ini untuk menyetrum tikus? Apa Agan mau nguber tikus kesana-kemari pake Stun Gun?
 Setelah mempertimbangkan berbagai aspek, ane memutuskan untuk membuat rangkaian elektronik sebagai driver Stun Gun atau coil sepeda motor dengan spesifikasi sebagai berikut:
a)    Harus ada sensor yang dapat mendeteksi adanya tikus,
b)   Harus ada pancingan/umpan agar tikus memasuki area jebakan stun gun,
c)    Stun Gun aktif hanya dalam beberapa detik saja untuk memberikan efek kejutan, sekaligus untuk mencegah bahaya kecelakaan akibat tersentuh anak kecil atau binatang lain.


Solusi rangkaian

1.        Menggunakan Laser Mainan
a)    Sensor pemancar dan pemerima yang murah meriah diputuskan menggunakan pasangan sinar laser mainan anak dan LDR. Secara teknis, apabila si tikus menghalangi pancaran cahaya laser yang jatuh ke LDR, Stun Gun akan aktif.
b)   Membuat semacam area jebakan dengan umpan di tengah, secara teknis  menggunakan sebuah keramik 40cm x 40cm yang bisa dipindah-pindah ke lokasi seliweran tikus.
c)    Membuat rangkaian driver aktivasi Stun Gun atau alat pembangkit tegangan tinggi lainnya, secara teknis menggunakan relay dan/atau rangkaian osilator yang diperkuat.

Rangkaian

Cara Kerja:
1.     Dalam keadaan standby, sinar laser yang tidak terlalu terang diterima oleh LDR setelah melalui pantulan 3 buah cermin yang dipasang di setiap pojok. Aturlah kepekaan respon relay terhadap cahaya dengan memutar potensiometer. Ingat, pengaturannya harus sabar (selang 2 menitan) mengingat ada jeda pengosongan kapasitor 1000/16 untuk dapat kembali bekerja normal.
2.    Ketika LDR terkena cahaya, resistansinya menjadi rendah sehingga basis transistor pasangan darlington menjadi kurang positif dan menyebabkannya ‘off’. Ketika tikus menghalangi sinar laser, resistansi LDR menjadi tinggi sehingga basis transistor cukup mendapat supply positif untuk mengaktifkan relay untuk beberapa detik saja. Dengan demikian, begitu kepala tikus mengenai area jalur sinar laser, kedua kawat menjadi bertegangan tinggi sehingga tikus di atasnya akan kagets.
3.    Instalasi buzzer bersifat opsional, agar Agan tahu masih ada tikus yang masih menghalangi sinar laser, yang barangkali koit di tempat.

 Selain Stun Gun, Agan dapat menggunakan perangkat pembangkit listrik tegangan tinggi yang lain, misalnya coil sepeda motor, pemantik kompor gas, dan lain-lain. Untuk bisa menyalakan peralatan di atas, perlu rangkaian driver yang berupa rangkaian osiltor dan penguatnya sebagai berikut:
1.      Rangkaian Osilator Frekuensi Rendah (dari salah satu forum google)


2.    Modifikasi rangkaian osilator dengan frekuensi rendah sebagai driver coil sepeda motor/mobil:
2.        Menggunakan Sensor Ultrasonic (Arduino)
Cara ini sudah saya praktekkan di rumah dan Alhamdulillah tikus/curut sudah tidak terlihat lagi. Saya tidak tahu apa tikus/curut takut sama suara ultrasonic, lampu indikator, atau bahkan terkena setrum, haha.
Berikut skema, kode, dan gambar cukup sederhana:








Catatan:

1. Penggunaan batere li-ion dimaksudkan untuk membantu kebutuhan arus modul tegangan tinggi. Jadi arus modul TT bukan dari charger HP.
2. 3 Elco paralel, masing masing 1000 uF (tota 3000uF).  
3. Jarak minimal 2 kabel tegangan tinggi harus 2-3cm untuk menghindari breakdown isolator internal modul.
4. Kode
const int trigPin = 3;
const int echoPin = 2;

long duration;
int distance;


void setup() {             
   pinMode(trigPin, OUTPUT);    
   pinMode(echoPin, INPUT);
   pinMode(A2,OUTPUT);
   pinMode(A3,OUTPUT); //mempermudah dihubungkan dengan beeper
   Serial.begin (9600);
   }
void loop() {
  digitalWrite(trigPin, LOW);
  delayMicroseconds(2);
 
  digitalWrite(trigPin, HIGH);
  delayMicroseconds(10);
  digitalWrite(trigPin, LOW);
 
  duration = pulseIn (echoPin, HIGH);
  distance = duration*0.034/2;
 
  Serial.print ("Distance: ");
  Serial.println(distance);
  if (distance<= 20)// jarak sensor ke umpan (sedikit ke atas)
  {
  digitalWrite(A2,HIGH);
  digitalWrite(A3,HIGH);
 
  }
  else
  {
  digitalWrite(A3,LOW);
   digitalWrite(A2,LOW);
  }
}

 

Silakan mencoba...